Bantu Perangi Corona, Barbie Hsu Ubah Hotelnya Jadi Tempat Karantina

AKURAT.CO Pemerintah kota Taipei telah meresmikan hotel kelima untuk dijadikan tempat karantina bagi pelancong usai bepergian ke luar negeri, Rabu (25/3) kemarin.
Ternyata hotel tersebut merupakan milik Barbie Hsu dan suaminya, Wang Xiaofei.
Hal ini diakui Wang Xiaofei sebagai salah satu bentuk kepedulian dirinya dan Barbie Hsu terhadap pandemi virus corona (COVID-19) di Taiwan.
Saat ini diketahui banyak pelancong yang mulai kembali ke rumah. Namun, mereka harus melakukan karantina mandiri sebelum berinteraksi dengan keluarga.
"Taiwan saat ini menghadapi gelombang kedua kasus coronavirus karena para pelancong kembali ke rumah. Sulit untuk menghindari interaksi dengan keluarga setelah kembali ke rumah, jadi penting untuk memfokuskan upaya karantina untuk mencegah kontaminasi silang," ujar Wang Xiaofei, dikutip Jaynestars, Sabtu (28/3).
Meski begitu, pelancong yang menginap harus mengajukan permohonan dan melewati prosedur pemeriksaan yang ketat.
Tak hanya itu saja, Wang Xiaofei juga telah memberikan pelatihan khusus untuk pegawainya demi menanganni hal ini. Wang bahkan ingin dirinya bergabung di garda terdepan untuk melawan virus corona ini.
"Mereka yang mengajukan permohonan untuk menginap di hotel karantina harus melalui pemeriksaan serius. Banyak staf juga telah menerima pelatihan SOP (prosedur operasi standar). Hotel kami dekat dengan Bandara Sonshan, dan ada lima rumah sakit berskala besar di dekatnya. (Hotel) baru dirancang, dan di tempat yang bagus. (Kami) dengan sukarela bergabung di garis depan untuk memerangi virus corona," tandas Wang Xiaofei.
Hotel itu diketahui menyisihkan 100 kamar untuk menampung orang-orang yang diisolasi mandiri secara resmi.
Seorang sumber mengatakan, biaya per malam di hotel itu mencapai NT $ 6000 atau sekitar Rp3,2 juta. Biaya tersebut sudah termasuk sarapan, makan siang, makan malam serta layanan konter empat jam.
Ini bukan pertama kalinya Barbie Hsu dan suami menunjukkan kepedualiannya atas pandemi corona. Sebelum ini, mereka pernah membeli 10.000 masker di Jepang yang kemudian disumbangkan ke Wuhan.
Pada 26 Maret lalu, Taiwan melaporkan sudah ada lebih dari 252 kasus COVID-19. Dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi




