KKP: Sertifikasi Awak Kapal Perikanan Demi Keamanan dan Keselamatan Mereka
Hefriday | 5 Januari 2025, 22:31 WIB

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memastikan semua awak kapal perikanan berbendera Indonesia telah memenuhi persyaratan kompetensi dan memiliki sertifikasi keahlian yang memadai demi keamanan dan keselamatan awak kapal selama bekerja.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa sertifikasi awak kapal merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan sesuai dengan standar internasional.
“Adanya sertifikasi ini selain menjadi bukti kompetensi dan kapasitas awak kapal perikanan juga menjadi langkah pemerintah untuk terus menjaga keamanan dan keselamatan mereka ketika bekerja di atas kapal perikanan,” ujar Latif, Minggu (5/1/2025).
Sebagai wujud dukungan terhadap para awak kapal, KKP memberikan kemudahan dan relaksasi terkait pemenuhan dokumen persyaratan kerja melalui Surat Edaran (SE) Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor B.2541/MEN-KP/XII/2024.
SE tersebut memberikan batas waktu bagi awak kapal perikanan berukuran 5-30 GT untuk melengkapi dokumen seperti sertifikat sesuai jabatan, buku pelaut perikanan, perjanjian kerja laut, dan surat keterangan sehat.
Latif menambahkan, sertifikat yang diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelum 31 Desember 2023, seperti sertifikat ahli nautika kapal penangkap ikan (Ankapin), masih dapat digunakan sebagai syarat bekerja di kapal perikanan.
Selain itu, dokumen lain seperti basic safety training (BST), BST kapal layar motor (KLM), dan surat keterangan kecakapan (SKK) juga tetap berlaku untuk mengajukan penerbitan buku pelaut perikanan yang kini diterbitkan oleh KKP.
Ketentuan tersebut juga berlaku bagi taruna atau siswa dari sekolah kejuruan maupun kemaritiman dengan program studi nautika atau teknika kapal penangkap ikan yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan. “Buku pelaut yang diterbitkan Kemenhub, baik yang berwarna hijau atau merah, dan masih berlaku, tetap dapat digunakan sebagai syarat bekerja,” jelas Latif.
Langkah ini sejalan dengan alih kewenangan pengelolaan awak kapal perikanan dari Kementerian Perhubungan ke KKP, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan pentingnya perlindungan dan keselamatan awak kapal dalam menjalankan tugas mereka.
Dengan adanya relaksasi aturan dan dukungan pemerintah, para awak kapal diharapkan dapat lebih mudah memenuhi persyaratan kerja tanpa mengurangi kualitas keahlian yang dibutuhkan. Hal ini juga menjadi langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja perikanan yang kompeten dan profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








