20 Tahun Berdiri, Zenius Setop Beroperasi Per 22 Januari 2024, Bagaimana Nasib Karyawan?

AKURAT.CO Perusahaan Zenius yang beroperasi sejak 2004 silam, memutuskan untuk tutup sementara yang artinya mereka tidak akan beroperasional lagi dalam jangka waktu tertentu.
Menurut salah satu pendiri dan CEO Zenius, Sabda Putra Subekti, Zenius merupakan sebuah perusahaan edtech Indonesia yang baru-baru ini menginformasikan akan tutup sementara layanannya karena masalah operasional.
Pasalnya, Zenius telah membantu jutaan siswa di Indonesia selama 20 tahun, tetapi operasinya dihentikan.
Salah satu peran penting Zenius untuk siswa Indonesia adalah membantu mereka mendaftar di perguruan tinggi negeri (PTN) yang mereka impikan.
Baca Juga: Kemenparekraf dan Zenius Berkolaborasi Untuk Bangkitkan Pariwisata Indonesia Lewat Serial Dokumenter
Mengutip berbagai sumber, Kamis (4/1/2024), pihak Zanius telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa operasi mereka dihentikan karena adanya kendala operasional.
“Kami meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada pengguna dan mitra kami atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” jelas Subekti dalam keterangannya.
Pendiri Zenius Sabda Putra Subekti juga sudah menyatakan bahwa perusahaan Zenius dihentikan mulai per tanggal 22 Januari 2024, yang artinya dalam dua minggu lagi sudah tidak melayani pengguna.
Penjelasan dari CEO Zenius tersebut telah membuat publik bertanya-tanya bagaimana dengan nasib para karyawannya dan kapan layanannya dibuka kembali.
Sayangnya, CEO Zenius tidak menentukan sampai kapan layanannya tidak akan tersedia, dan ia juga tidak memberi tahu apa yang terjadi dengan nasib para karyawannya, yang diperkirakan terdapat lebih dari 500 karyawan menurut halaman LinkedIn Zenius.
Pasalnya, perusahaan tersebut sudah mengalami kesulitan selama dua tahun terakhir sehingga mengalami tiga kali Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca Juga: Ini 5 Fakta Penting Zenius Pecat 200 Karyawan, Akibat Kondisi Ekonomi
PHK tahap pertama melibatkan lebih dari 200 karyawan pada Mei 2022. Kemudian PHK tahap kedua terjadi pada Agustus 2022, dan PHK tahap ketiga terjadi pada Februari 2023.
Sebelumnya, Subekti sempat mengatakan bahwa kondisi perusahaan "stabil". Bahkan dia menyatakan sudah berencana untuk menggandakan pendidikan offline sebagai cara untuk menghidupkan kembali bisnisnya.
Tepat pada bulan Februari 2022, perusahaan telah mengakuisisi perusahaan bimbingan offline terkemuka Primagama, namun cara tersebut tidak terlalu efektif untuk membangun usahanya.
Melihat kondisi perusahaannya dalam kesulitan, maka untuk menjaga kelangsungan bisnis dalam jangka panjang, Zenius akan melakukan penghematan usaha dalam jangka panjang, serta rasionalisasi jumlah tenaga kerja.
"Saat ini Zenius sedang mengalami tantangan operasional, dan kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang akan ditimbulkan bagi para pengguna kami. Kami mengambil langkah strategis untuk menghentikan operasi secara sementara," kata pihsa Zenius.
Baca Juga: 5.000 Guru Rampungkan Lokakarya Kolaborasi Disdik Sulsel-Zenius
Mereka juga ingin meminta maaf atas tindakan dan kebijakan yang sudah mereka putuskan dan menyadari bahwa keputusan itu akan menimbulkan kekecewaan dari para pengguna.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pengguna, yang telah menjadi pilar penting dalam perjalanan kami sejak 2004. Dukungan dan kepercayaan mereka adalah hal yang tak ternilai bagi kami. Terima kasih telah menjadi bagian dari Zenius di 20 tahun terakhir," jelasnya.
Itulah informasi lengkap mengenai alasan startup Zenius harus ditutup sementara dalam jangka waktu yang belum ditentukan agar tidak merugikan banyak karyawan lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









