UMKM RI Bidik Pasar Digital 57 Negara OKI

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia mendorong perluasan kerja sama ekonomi digital dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Langkah ini diarahkan untuk membuka peluang pasar internasional yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, termasuk UMKM dan perusahaan rintisan atau startup.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pengembangan kewirausahaan generasi muda, dan perluasan akses pasar menjadi sejumlah faktor penting dalam memperkuat ekonomi digital negara-negara OKI.
Menurut Roro, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut. Dengan jumlah penduduk lebih dari 281 juta jiwa, Indonesia memiliki 62,39 juta penduduk generasi milenial dan 57,64 juta generasi Z.
Baca Juga: Pemerintah Matangkan Revisi Aturan DHE SDA
Besarnya populasi generasi muda tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk mendorong inovasi dan menciptakan nilai tambah ekonomi. Namun, pemerintah perlu memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha.
"Tantangannya adalah bagaimana mengoptimalkan potensi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, mengembangkan usaha, dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian," ujar Roro dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Roro dalam Sesi Panel 3 bertajuk Next-Generation Convergence: AI, Youth Enterprise, and the OIC Digital Growth Frontier pada B57+ Business Leaders' Summit 2026 di Istanbul, Turki, Minggu (1/11).
Dia menilai peningkatan keterampilan sumber daya manusia, terutama dalam bidang perdagangan digital dan kewirausahaan, menjadi salah satu kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing pelaku usaha.
Strategi Perluas Akses Ekspor
Untuk memperluas akses pelaku usaha Indonesia ke pasar global, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalankan sejumlah program berbasis digital. Salah satunya melalui InaExport, platform yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Platform tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh eksportir untuk memperoleh informasi mengenai potensi pasar, negara tujuan ekspor, tarif, hingga persyaratan akses pasar internasional.
Selain InaExport, Kemendag juga mengembangkan program Campuspreneur, pelatihan ekspor berbasis digital, serta pemanfaatan dokumen perdagangan elektronik, termasuk Surat Keterangan Asal elektronik (e-SKA).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa










