Akurat Logo

PLN EPI Bidik Biohidrogen, Potensi Biomassa RI Capai 83,4 Juta Ton

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 24 Oktober 2026, 09:20 WIB
PLN EPI Bidik Biohidrogen, Potensi Biomassa RI Capai 83,4 Juta Ton
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir - dok. PLN EPI

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki pengembangan biohidrogen berbasis biomassa sebagai alternatif energi rendah karbon dengan memanfaatkan potensi sumber daya biomassa Indonesia yang diperkirakan mencapai 83,4 juta ton per tahun.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan, Indonesia memiliki beragam sumber biomassa yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku biohidrogen, mulai dari residu pertanian, limbah kayu, sekam padi hingga limbah agroindustri.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI membangun ekosistem bioenergi yang terintegrasi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

Baca Juga: PLN EPI Gandeng FLEXIH, Jajaki Produksi Hidrogen dari Biomassa

“Jadi, kita bikin ekosistem biomassa, ekosistem CBG, ekosistem hidrogen, untuk memanfaatkan energi kita secara domestik dan mengurangi ketergantungan impor dan fosil,” kata Hokkop, Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan pemetaan PLN EPI, potensi sumber daya biomassa Indonesia diperkirakan mencapai 83,4 juta ton per tahun. Potensi terbesar berada di Sumatra sekitar 42,8 juta ton, disusul Kalimantan 18,9 juta ton dan Jawa 13,1 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 60,6 juta ton diperkirakan belum dimanfaatkan.

Hokkop menegaskan angka tersebut masih bersifat indikatif karena belum sepenuhnya memperhitungkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas, serta kesiapan rantai pasok. Karena itu, pemetaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan potensi biomassa yang secara teknis dan ekonomis dapat dikembangkan.

Potensi tersebut membuka peluang pemanfaatan biomassa yang lebih luas. Selain digunakan untuk program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PLN EPI mengembangkan portofolio bioenergi melalui produk bernilai tambah seperti biochar, syngas, Compressed Biomethane Gas (CBG), pengelolaan sampah, hingga biohidrogen.

Baca Juga: PLN EPI Gandeng GETI, Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi

Dalam pengembangan biohidrogen, biomassa dapat dikonversi melalui proses gasifikasi untuk menghasilkan syngas.

Gas tersebut kemudian melalui proses pemurnian untuk menghasilkan hidrogen dengan tingkat kemurnian tinggi yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan industri maupun sebagai bagian dari rantai pasok energi rendah karbon.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.