Akurat Logo

Slogan 'Bismillah' Viral dalam Demo Prancis, Ternyata Bermula dari Meme Satire

Lufaefi | 24 Oktober 2026, 10:00 WIB
Slogan 'Bismillah' Viral dalam Demo Prancis, Ternyata Bermula dari Meme Satire
Bismillah dalam Demom Prancis - Istimewa

AKURAT.CO Slogan berbahasa Arab-Prancis “Bismillah, c’est les ténèbres” menjadi perhatian dalam gelombang demonstrasi pelajar di sejumlah kota di Prancis. Frasa yang berarti “Dengan nama Allah, ini adalah kegelapan” tersebut digunakan sebagai yel-yel dan materi satire dalam aksi yang menyoroti persoalan pendidikan serta tingginya biaya hidup.

Ratusan ribu pelajar dilaporkan turun dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai wilayah Prancis. Mereka membawa poster dan menyuarakan tuntutan terkait kondisi fasilitas pendidikan, kepadatan ruang kelas, kekurangan tenaga pengajar, serta tekanan sosial dan ekonomi.

Kemunculan slogan tersebut berawal dari tangkapan layar percakapan di platform Snapchat yang beredar pada awal Oktober 2026. Dalam percakapan itu, sebuah akun dengan nama “Mamadou” disebut berusaha masuk ke grup koordinasi aksi pemblokiran sekolah.

Baca Juga: Pakistan Umumkan Ratifikasi Pakta Mekkah yang Ditandatangani bersama Turki dan Arab Saudi

Gaya komunikasi akun tersebut dianggap tidak biasa karena memadukan bahasa Arab, slang Prancis, emoji bendera Aljazair, dan ungkapan yang dinilai berlebihan. Sejumlah pelajar kemudian menduga akun tersebut merupakan bagian dari aparat kepolisian yang menyamar.

Namun, hingga informasi tersebut diberitakan, otoritas keamanan Prancis belum memberikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi dugaan tersebut.

Alih-alih mengabaikan percakapan itu, para pelajar justru mengubahnya menjadi bahan meme dan satire. Slogan “Bismillah, c’est les ténèbres” kemudian berkembang menjadi bagian dari ekspresi protes di kalangan demonstran.

Sosiolog Arab dan Mediterania dari Paris 8 University, Youssef El Chazli, menilai fenomena tersebut menunjukkan perubahan cara generasi muda menggunakan humor digital sebagai bagian dari ekspresi politik.

Menurutnya, perkembangan media sosial membuat meme, bahasa populer, dan humor tidak lagi sekadar hiburan. Ketiganya dapat berubah menjadi sarana untuk menyampaikan kritik dan membangun solidaritas dalam sebuah gerakan sosial.

Gelombang demonstrasi tersebut berlangsung di tengah persoalan pendidikan dan ekonomi yang menjadi perhatian pelajar. Kondisi ruang kelas yang padat, keterbatasan tenaga pengajar, serta kesenjangan sosial menjadi sejumlah isu yang diangkat dalam aksi.

Di tengah demonstrasi, pemerintah dan Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional Prancis (IGPN) disebut tetap berfokus menjaga ketertiban umum. Penyelidikan juga dilakukan terhadap sejumlah insiden yang terjadi selama aksi.

Baca Juga: Kalender Jawa 24 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Wage Dikenal Pekerja Keras

Slogan tersebut bahkan dilaporkan mulai muncul dalam aksi pelajar di negara tetangga, termasuk Belgia dan Italia.

Fenomena “Bismillah, c’est les ténèbres” menunjukkan bagaimana sebuah percakapan yang awalnya muncul di ruang digital dapat berkembang menjadi simbol satire dalam aksi massa. Penggunaan istilah bernuansa keagamaan dalam konteks tersebut pun lebih berkaitan dengan perkembangan meme dan ekspresi politik anak muda dalam demonstrasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi