INDEF Minta Insentif Mobil Listrik Didahulukan, Ini Alasannya

AKURAT.CO INDEF Green Transition Initiative (GTI) meminta pemerintah memusatkan anggaran insentif kendaraan pada mobil listrik berbasis baterai untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.
Hal ini menanggapi usulan Kementerian Perindustrian untuk memberi insentif fiskal dan nonfiskal bagi kendaraan hybrid, plug - in hybrid, dan REEV.
Pemerintah beralasan insentif itu menghemat energi dan menguatkan industri otomotif nasional. Wacana ini muncul saat rencana insentif mobil listrik berbasis baterai yang lebih dulu digulirkan belum jelas.
Head of Industrial and Transport Decarbonization INDEF Green Transition Initiative (INDEF GTI), Andry Satrio Nugroho menjelaskan, mobil listrik berbasis baterai (BEV) memberi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) paling besar untuk setiap rupiah insentif. Penghematan langsung meringankan beban APBN.
Perlu diketahui, konsumsi BBM bersubsidi dan berkompensasi hingga September sudah mencapai sekitar 13,4 juta kiloliter.
Angka ini naik 9,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi subsidi dan kompensasi energi pun telah mencapai Rp376,8 triliun atau 84,3% dari pagu APBN 2026.
"Kalau tujuannya mengatasi kelangkaan BBM, insentif harus diarahkan ke kendaraan yang tidak memakai BBM sama sekali. Mobil hybrid tetap mengisi bensin di SPBU. Mobil listrik tidak. Setiap mobil listrik yang terjual hari ini berarti satu kendaraan yang tidak lagi antre BBM," kata Andry, Kamis (22/10/2026)
Ia menambahkan, berkaca pada kondisi APBN 2026, ruang fiskal pemerintah kini terbatas. Sehingga, insentif harus diberikan pada teknologi yang paling efektif menekan konsumsi BBM, dalam hal ini BEV.
Baca Juga: INDEF Dorong Kawasan Industri Jadi Penggerak PLTS 30 GWp
Apalagi, sumber listrik sebagian besar dibangkitkan dari sumber dalam negeri, sehingga ketahanan energi membaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






