PEPC Zona 12 Perkuat Digitalisasi JTB, AI hingga IoT Didorong untuk Optimalkan Operasi

AKURAT.CO PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 memperkuat transformasi digital untuk mendukung operasi di Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB).
Sebagai plant yang relatif baru dengan proses pengolahan gas yang kompleks, JTB memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), data analytics dan berbagai teknologi digital lainnya.
General Manager PEPC Zona 12, Rahmat Ali Hakim mengatakan, karakter JTB sebagai plant yang relatif baru menjadi modal penting untuk membangun budaya operasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Baca Juga: Kontribusi Pertamina di Balik Peningkatan Produksi Blok Cepu
“Jambaran-Tiung Biru ini merupakan plant yang relatif baru dengan proses yang cukup kompleks, karena kita memproses raw gas menjadi sales gas. Di dalam prosesnya juga terdapat side product dan material hasil pengolahan yang membutuhkan pengendalian secara baik," kata Rahmat dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Rahmat melanjut, transformasi digital ke depan tidak hanya menyangkut konektivitas perangkat, tetapi juga pemanfaatan AI untuk mengoptimalkan proses, membaca pola data operasi, mendukung predictive maintenance, dan membantu pengambilan keputusan.
Ia menegaskan, transformasi tersebut harus berjalan seiring dengan budaya keselamatan yang kuat di JTB. “Ketika kita berbicara tentang digitalisasi, IoT maupun AI, semuanya harus memperkuat safety, bukan sebaliknya," ujarnya.
Kesiapan ini juga didukung karakter SDM JTB yang relatif muda, dengan mayoritas pekerja dari kelompok usia Gen Z yang dinilai juga dekat dengan teknologi dan terbuka terhadap inovasi.
Sementara itu, SVP Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo mengatakan, transformasi digital harus berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan dan memberikan manfaat langsung bagi pekerja maupun operasi.
“Kami perlu melihat langsung kebutuhan di lapangan, mendengarkan pengalaman para pekerja, serta mengidentifikasi ruang penguatan yang dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital," tutur Ignatius.
Menurutnya, kombinasi IoT, AI dan data analytics membuka peluang membangun operasi yang semakin terkoneksi dan mampu memanfaatkan data secara lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat
- 10KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji







