Akurat Logo

Akademisi Apresiasi Langkah Prabowo dan Danantara Revitalisasi Industri Tekstil Nasional

Yosi Winosa | 28 September 2026, 11:27 WIB
Akademisi Apresiasi Langkah Prabowo dan Danantara Revitalisasi Industri Tekstil Nasional
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas mengenai TPT bersama jajaran menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (22/9/2026)

AKURAT.CO Perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap revitalisasi industri tekstil nasional mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Langkah tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat sektor manufaktur, meningkatkan daya saing industri, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat kapasitas produksi nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Dr. Sarlina Sari, S.E., M.S.Ak., akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap industri tekstil perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi industri nasional.

"Industri tekstil memiliki posisi penting dalam perjalanan industrialisasi Indonesia. Selain berkontribusi terhadap kegiatan produksi dan ekspor, sektor ini memiliki keterkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, industri pendukung, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah," ujar Dr. Sarlina dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Pemerintah Benahi Tekstil: Bahan Baku Dipermudah, Ballpress Ditertibkan

Namun, dalam perkembangannya, industri tekstil nasional menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan global, perubahan rantai pasok, tekanan biaya produksi, perubahan permintaan pasar, hingga kebutuhan modernisasi mesin dan teknologi.

Dalam situasi tersebut, perhatian Presiden Prabowo terhadap revitalisasi industri tekstil dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat mendorong transformasi sektor manufaktur nasional.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mendukung investasi dan penguatan industri strategis nasional.

Dr. Sarlina, lulusan program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), menilai investasi terhadap industri tekstil tidak cukup hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Menurutnya, investasi perlu menghasilkan peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, inovasi teknologi, serta kemampuan industri dalam menembus pasar global.

Karena itu, Sarlina turut mengapresiasi perhatian Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani terhadap agenda investasi dan penguatan sektor industri nasional.

"Danantara memiliki posisi strategis dalam mendorong investasi jangka panjang yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Dukungan terhadap industri tekstil akan semakin berarti apabila diarahkan pada modernisasi teknologi, penguatan rantai pasok, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan pasar ekspor," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.