Pemerintah Benahi Tekstil: Bahan Baku Dipermudah, Ballpress Ditertibkan

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan pembenahan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dari sisi hulu hingga hilir.
Bahan baku industri akan didorong lebih mudah masuk, sementara peredaran pakaian impor ilegal atau ballpress yang dinilai mengganggu industri dalam negeri akan diperketat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, langkah tersebut diperlukan karena struktur industri TPT Indonesia masih menghadapi persoalan berbeda antara sektor hulu dan hilir.
Baca Juga: Prabowo Minta Ratifikasi IEU-CEPA Segera Rampung, Paling Telat Akhir 2026
Industri tekstil dan bahan baku masih bergantung pada impor, sedangkan industri pakaian jadi justru memiliki kinerja ekspor yang lebih kuat.
"Tekstil Produk Tekstil ini, khususnya di tekstil itu terdiri dari hulu, antara, dan hilir. Sumbangan terhadap PDB itu sekitar mendekati 1 persen, 0,97 persen. Kemudian tenaga kerjanya di sektor Tekstil Produk Tekstil itu sekitar 4 juta orang. Dan ekspornya itu sekitar 12 miliar dolar. Kemudian ini menjadi salah satu sektor padat yang strategis," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Menurut Airlangga, tingkat utilisasi pabrik tekstil saat ini berada di sekitar 75%. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat kapasitas produksi yang dapat dimanfaatkan industri.
Karena itu, pemerintah melihat industri TPT masih memiliki ruang untuk melakukan ekspansi maupun investasi kembali. Pemerintah juga menilai industri tekstil belum masuk kategori industri yang harus ditinggalkan.
"Tadi juga disampaikan Bapak Presiden bahwa industri tekstil bukan industri yang dikategorikan sunset. Sehingga ini bisa mendorong untuk reinvestasi maupun penambahan daripada modal kerja," kata Airlangga.
Hulu Masih Bergantung Impor
Di balik potensi tersebut, struktur perdagangan TPT Indonesia menunjukkan ketergantungan yang berbeda antara sektor hulu dan hilir.
Airlangga menyebut sektor tekstil, terutama bahan baku, masih mencatat posisi net importer. Nilai impornya sekitar USD8,4 miliar, sedangkan ekspornya sekitar USD3,1 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini









