Mendag Ungkap Alasan RI Kejar Perjanjian Dagang dengan AS

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan, alasan Indonesia perlu memiliki perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Salah satunya karena AS menjadi negara dengan surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia.
Budi mengatakan posisi AS penting bagi perdagangan Indonesia karena nilai ekspor ke negara tersebut mencapai sekitar USD30,96 miliar pada 2025. Berdasarkan data perdagangan Kemendag, nilai ekspor Indonesia ke AS pada tahun tersebut tercatat sekitar USD30,95 miliar.
"Kenapa kita membuat perjanjian dagang dengan Amerika? Jadi surplus terbesar kita itu ke Amerika," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Begini Cara Bos BPJPH Lobi AS Patuhi Sertifikasi Halal di Tengah Tarif Resiprokal
Menurut Budi, AS juga menjadi salah satu tujuan utama ekspor Indonesia. Ia menyebut pangsa ekspor Indonesia ke AS mencapai sekitar 11% dari total ekspor Indonesia ke dunia.
"Ini lima besar surplus kita. Jadi kita harus mempunyai perjanjian dagang dengan AS, karena pangsa ekspor kita ke AS itu 11 persen. Jadi 100 persen ekspor ke dunia itu, 11 persen ekspor kita ke AS. Jadi kita harus punya perjanjian dagang," katanya.
Budi menjelaskan, posisi AS sebagai pasar utama membuat pembukaan akses pasar menjadi penting bagi Indonesia. Menurutnya, perjanjian perdagangan dapat memberikan kepastian sekaligus memperluas peluang bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar mitra dagang.
Selain memperluas akses ekspor, Budi melihat keberadaan perjanjian perdagangan dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai lokasi investasi. "Semakin banyak kita mempunyai perjanjian perdagangan, itu juga akan menarik investasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, investor dari negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan dengan AS maupun Uni Eropa dapat melihat Indonesia sebagai basis produksi untuk memperoleh akses ke pasar yang lebih luas.
Dengan demikian, menurut Budi, perjanjian perdagangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekspor dan impor, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi Indonesia menarik investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









