Akurat Logo

Marak Investasi Data Center, Bahlil Jamin Pasokan Listrik Aman

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 24 September 2026, 06:29 WIB
Marak Investasi Data Center, Bahlil Jamin Pasokan Listrik Aman
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah siap mendukung kebutuhan listrik untuk pengembangan pusat data atau data center di Indonesia.

Bahlil mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber energi yang besar untuk menopang pertumbuhan industri data center, mulai dari energi surya, air, panas bumi hingga angin.

Menurutnya, ketersediaan sumber energi tersebut menjadi salah satu keunggulan Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan listrik untuk data center di berbagai negara.

Baca Juga: Indonesia dan India Perkuat Kolaborasi Industri, Bidik Semikonduktor hingga Data Center

“Bapak Ibu semua tidak perlu ragu para investor kalau membangun data center di Indonesia, wilayah kami ini wilayah yang terbesar di kawasan Asia Tenggara,” kata Bahlil dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Selasa (22/9/2026).

Ia mengatakan Indonesia juga memiliki potensi pengembangan energi yang beragam. Selain energi surya, pemerintah dapat mengembangkan pembangkit berbasis air, panas bumi, angin dan sumber energi lainnya. “Energi tidak hanya dari matahari, ada juga dari air, ada panas bumi, ada dari angin, dan macam-macam sekali,” tambahnya.

Bahlil menilai, kondisi tersebut dapat membuat harga listrik Indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara lain, termasuk untuk memenuhi kebutuhan industri yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan kebutuhan kelistrikan untuk pengembangan data center di dalam negeri tidak menjadi persoalan. Pemerintah saat ini memang tengah mendorong peningkatan investasi data center di Indonesia.

Menurutnya, PT PLN (Persero) akan menyiapkan tambahan kapasitas apabila investor telah menyampaikan kebutuhan listrik untuk proyek data center yang akan dibangun. “Data center kita sedang mendorong untuk di Indonesia agar dilakukan penambahan. Menyangkut listriknya saya pikir gak ada masalah,” tutur Bahlil.

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, kapasitas listrik yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan permintaan investor. "Begitu mereka menyampaikan keinginannya, terus ditambah berapa kapasitas kebutuhan listrik yang dibutuhkan, pasti PLN akan menyiapkan,” tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.