Harga Minyak Dunia Melemah, Brent Turun ke USD103,06 per Barel
AKURAT.CO Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Senin, seiring investor mencermati pemulihan pengiriman minyak Arab Saudi di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang masih berlangsung.
Dikutip dari Reuters, Senin (21/9/2026) kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 81 sen atau 0,78% menjadi USD103,06 per barel. Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan 0,91% pada perdagangan Jumat.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 89 sen atau 0,89% menjadi USD99,41 per barel, setelah sebelumnya melemah 1,58% pada sesi perdagangan terakhir.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak ke USD107,51 Usai Gangguan Pasokan Pipeline Milik Saudi
Pergerakan harga minyak terjadi ketika pasar mencermati perkembangan pasokan dari Arab Saudi setelah serangkaian serangan kelompok Houthi Yaman yang meningkatkan risiko gangguan terhadap infrastruktur energi di kawasan.
Kelompok Houthi yang didukung Iran menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi yang disebutnya sebagai target "sensitif" di Riyadh pada Sabtu menggunakan rudal dan drone.
Kelompok tersebut juga mengklaim menyerang fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak di kawasan Laut Merah.
Serangan terhadap jaringan pipa Timur-Barat atau East-West pipeline milik Saudi Aramco sebelumnya mendorong perusahaan energi negara tersebut mengalihkan sebagian ekspor melalui Selat Hormuz untuk menjaga kelancaran pengiriman.
Langkah tersebut membuat ekspor minyak Arab Saudi mulai kembali pulih. Berdasarkan data sementara perusahaan analitik Kpler, ekspor negara produsen minyak utama OPEC tersebut sedikit berada di atas 4 juta barel per hari (bpd) sepanjang September.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Agustus ketika ekspor Arab Saudi sempat anjlok menjadi sekitar 2,4 juta bpd. Level tersebut tercatat sebagai yang terendah setidaknya sejak 2013.
Analis JPMorgan dalam catatan tertanggal 18 September menyebut arus minyak dari Timur Tengah masih relatif kuat meskipun terjadi gangguan pada jaringan pipa Timur-Barat Arab Saudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









