Akurat Logo

Bahlil: Gangguan Listrik Sulawesi Bukan karena Kebijakan RKAB

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 16 September 2026, 21:10 WIB
Bahlil: Gangguan Listrik Sulawesi Bukan karena Kebijakan RKAB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia - Youtube/TVRParlemen

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan gangguan pasokan listrik yang terjadi di Sulawesi tidak berkaitan dengan kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan.

Bahlil menyebut, gangguan tersebut terjadi karena pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mengalami penurunan kemampuan produksi akibat rendahnya debit air yang dipengaruhi fenomena El Nino.

"Gak ada apa urusannya lampu mati di Kalimantan sama di Sulawesi. Itu gak ada urusannya sama RKAB. Karena di sana memang adalah PLTA, El Nino, kemudian airnya rendah," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Anggaran ESDM 2027 Rp27,37 Triliun, Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur Energi

Bahlil menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya kapasitas pembangkit yang dapat dioperasikan. Dari kapasitas sekitar 400 megawatt (MW), saat ini hanya sekitar 250 MW yang masih aktif.

"Kemudian kontribusi dari 400 MW tinggal aktif 250. Jadi terjadi kekurangan di sana," tambahnya.

Bahlil mengakui kondisi tersebut menjadi bagian yang perlu dievaluasi bersama, terutama dalam hal antisipasi PLN terhadap potensi gangguan pasokan listrik akibat faktor cuaca dan kondisi sumber energi primer pembangkit.

"Ini memang kesalahan kita juga. Antisipasi dari PLN harus kita lakukan secara bersama-sama," tutur Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, PT PLN (Persero) terus berkomitmen melakukan peningkatan pasokan pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: B50 Sudah Tersalurkan ke 94 Persen SPBU, Kementerian ESDM Kejar Transisi 28 Terminal

Dalam inspeksi tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala oleh gangguan teknis sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.