Hilirisasi Mineral Ciptakan Nilai Lebih Besar bagi Indonesia

AKURAT.CO Kekayaan mineral Indonesia tidak seharusnya berhenti sebagai komoditas yang diambil dari dalam bumi.
Melalui hilirisasi, sumber daya mineral dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung pengembangan industri, menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing nasional.
Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam dalam mengelola sumber daya mineral Indonesia agar mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Alami Kemiringan, Basarnas: Ada Hantaman Ombak di Lambung Kanan
Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan bahwa perjalanan mineral tidak semestinya berakhir ketika sumber daya tersebut berhasil ditambang.
Nilai sesungguhnya justru tercipta ketika mineral mampu diolah lebih lanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Bagi ANTAM, setiap mineral memiliki perjalanan, mulai dari mine, kemudian diolah menjadi value, dan pada akhirnya harus memberikan meaning.
"Artinya, sumber daya mineral Indonesia harus mampu mendorong industri dan perekonomian, membuka peluang bagi masyarakat, sekaligus tetap dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Wisnu dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Gedung Science Techno Park Universitas Indonesia, Jumat (11/9/2026).
Menurut Wisnu, hilirisasi bukan hanya mengenai pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian, tetapi bagaimana sumber daya alam dapat menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.
Mineral yang sebelumnya memiliki nilai terbatas dapat diolah menjadi produk yang mendukung berbagai industri strategis, menarik investasi, mendorong transfer teknologi, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Transformasi tersebut antara lain terlihat pada komoditas bauksit dan nikel. Melalui rantai hilirisasi, bauksit dapat diolah menjadi alumina hingga aluminium yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan menjadi bahan baku bagi berbagai sektor industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









