Kemenperin Perkuat IKM Logam, Bidik Kemitraan dengan Industri Besar

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus memperkuat ndustri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri nasional.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempertemukan IKM logam potensial dengan industri skala besar agar tercipta kemitraan bisnis yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan memperdalam struktur industri manufaktur nasional.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, IKM memiliki kontribusi penting dalam pembangunan industri nasional, termasuk dalam menggerakkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja.
Baca Juga: Kemenperin Perkuat Ekosistem Startup, Siapkan Mitra Strategis Industri Manufaktur
Karena itu, penguatan kemitraan IKM dengan industri besar perlu terus diperluas agar pelaku IKM dapat meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saingnya.
“IKM berperan besar dalam menggerakkan perekonomian serta penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan kemitraan antara IKM dan industri besar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja IKM sekaligus memperkuat ketahanan industri manufaktur nasional,” kata Agus dikutip dari laman Kemenperin, Senin (10/8/2026).
Agus menilai, industri logam memiliki posisi strategis dalam struktur manufaktur nasional karena menjadi pemasok berbagai komponen dan produk penunjang bagi beragam sektor, mulai dari otomotif, alat berat, alat kesehatan, konstruksi, hingga permesinan.
Dengan kebutuhan industri yang semakin beragam, terbuka ruang yang luas bagi IKM logam untuk meningkatkan perannya sebagai bagian dari rantai pasok industri besar.
“Ketika IKM mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri besar, baik BUMN maupun swasta, sekaligus terlibat dalam program vendor development, peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi akan semakin besar,” ujarnya.
Agus pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri untuk memperluas akses pasar bagi IKM.
Keterlibatan IKM dalam rantai pasok industri besar diharapkan menjadi sarana peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan memenuhi standar dan spesifikasi yang dibutuhkan industri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menyelenggarakan Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya konkret Kemenperin dalam mengakselerasi masuknya IKM logam ke dalam rantai pasok industri besar.
Dalam pelaksanaannya, Ditjen IKMA bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk menyiapkan IKM potensial yang dipertemukan secara langsung dengan calon mitra industri besar.
Provinsi Jawa Barat menjadi lokasi strategis dalam pelaksanaan program tersebut mengingat wilayah ini merupakan salah satu basis industri manufaktur terbesar di Indonesia.
Keberadaan berbagai perusahaan manufaktur berskala nasional maupun multinasional menciptakan kebutuhan rantai pasok yang beragam, mulai dari bahan baku, komponen pendukung, hingga jasa pendukung industri.
Selain peluang yang tersedia di Jawa Barat, IKM logam juga berpotensi membangun kemitraan dengan industri besar dari wilayah lainnya, terutama pada sektor alat kesehatan dan komponen permesinan.
Peluang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar sekaligus memacu diversifikasi produk IKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







