Kemenperin Perkuat Ekosistem Startup, Siapkan Mitra Strategis Industri Manufaktur

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem startup nasional sebagai bagian dari strategi mempercepat transformasi industri manufaktur berbasis teknologi dan inovasi.
Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) secara konsisten juga melakukan pembinaan kepada pelaku startup melalui Program Startup For Industry (SFI) sejak tahun 2018.
Hingga saat ini, tercatat profil startup dalam ekosistem SFI sebanyak 2.577 startup, dengan 67,5% atau 1.740 startup di antaranya berbasis teknologi, 640 di antaranya startup yang berfokus pada hardware adjacent (IoT, Robotik, AI, 3D Printing).
Baca Juga: Startup AI Reflection Amankan Kontrak Komputasi Rp16 Triliun, Dorong Persaingan Model AI Open Source
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan startup industri merupakan bagian penting dari implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) yang diarahkan untuk memperkuat struktur industri, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
"Startup harus menjadi mitra strategis industri nasional dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," kata Agus dikutip dari laman Kemenperin, Jumat (7/8/2026).
Agus menyampaikan, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi pusat pertumbuhan startup di kawasan.
Berdasarkan Startup Ranking, Indonesia saat ini menempati posisi keenam dunia dengan lebih dari 3.100 startupaktif sekaligus menjadi negara dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara. Namun demikian, kualitas ekosistem startup nasional masih perlu terus diperkuat.
"Berdasarkan Global Startup Ecosystem Index 2026, mutu ekosistem startup Indonesia masih berada di peringkat ke-45 dunia. Artinya, kita memiliki potensi yang sangat besar,“ ujarnya.
Agus menambahkan, momentum pertumbuhan industri manufaktur saat ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat lahirnya inovasi berbasis teknologi.
Pada kuartal II-2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus tetap menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Indonesia.
Selain itu, sektor industri pengolahan menyumbang 39,7% realisasi investasi nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82% atau senilai USD115,5 miliar terhadap total ekspor nasional pada semester pertama 2026.
Menurut Agus, capaian tersebut harus diikuti dengan penguatan inovasi agar industri nasional mampu terus tumbuh secara berkelanjutan.
"Pertumbuhan industri harus diiringi dengan peningkatan produktivitas dan inovasi. Di sinilah startup memiliki peran strategis sebagai penyedia solusi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan industri dari hulu hingga hilir," tutur Agus.
Lebih lanjut, Agus juga menyoroti tantangan pendanaan startup nasional. Indonesia Startup Report 2026 mencatat nilai pendanaan startup Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar USD355 juta, turun dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendanaan startup global justru terus meningkat.
Menurut Agus, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terbatasnya modal global, melainkan perlunya meningkatkan kualitas startup agar semakin layak memperoleh investasi.
Di sisi lain, Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar. Data BPS menunjukkan terdapat sekitar 4,43 juta unit industri kecil dan menengah (IKM) yang berpotensi menjadi pengguna berbagai solusi teknologi hasil inovasi startup.
"Bagi startup teknologi, jutaan IKM tersebut merupakan peluang pasar yang sangat besar. Tugas pemerintah adalah mempertemukan kebutuhan industri dengan solusi yang dihasilkan startup sehingga tercipta ekosistem yang saling menguatkan," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








