Bahlil Tegaskan Impor Minyak Rusia Dilakukan Langsung oleh Negara, Bukan Pertamina

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pengadaan minyak mentah dari Rusia dilakukan langsung oleh negara, bukan melalui PT Pertamina (Persero).
Bahlil mengatakan, pengiriman tahap pertama minyak Rusia telah tiba di Indonesia. Sementara itu, proses pengadaan tahap kedua saat ini masih berjalan.
Bahlil menegaskan, mekanisme pengadaan minyak Rusia sepenuhnya dilakukan oleh negara, bukan oleh Pertamina. Menurutnya, negara bertindak sebagai pihak yang melakukan pengadaan sebelum selanjutnya menentukan alokasi minyak tersebut sesuai kepentingan nasional.
Baca Juga: Bahlil: Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang Minyak Rusia
"Dan ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina, negara. Yang melakukan impor adalah negara. Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," kata Bahlil di Kementerian ESDM, dikutip Kamis (6/8/2026).
Bahlil juga menekankan bahwa kebijakan pengadaan energi harus bebas dari intervensi negara lain.
Menurut Bahlil, Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menjalin kerja sama energi dengan berbagai negara.
"Dan negara kita ini kan menganut asas bebas aktif. Kita tidak mendikte negara lain, tapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita, ya. Independensi negara kita harus kita jaga,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Indonesia melalui langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto mengamankan kerja sama strategis dengan Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya melalui pasokan minyak mentah (crude) dan pembangunan infrastruktur energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan hal tersebut usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026), guna menindaklanjuti hasil kunjungan kerja pemerintah ke Rusia.
“Alhamdulillah cukup menggembirakan. Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, dan mereka juga siap membangun sejumlah infrastruktur penting untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari kemitraan jangka panjang di sektor energi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional yang masih bergantung pada impor.
Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik (lifting) baru berada di kisaran 600–610 ribu barel per hari.
“Kita masih impor sekitar 1 juta barel per hari. Di tengah kondisi global seperti sekarang, kita harus mencari sumber pasokan dari berbagai negara, tidak hanya bergantung pada satu pihak,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









