Selat Hormuz Kembali Dibuka, Bahlil Sebut Kontrak Impor Tetap Dilanjutkan

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dibukanya kembali Selat Hormuz.
Bahlil menyampaikan, dibukanya kembali Selat Hormuz tidak serta merta mengubah strategi impor minyak mentah (crude oil) Indonesia yang selama ini telah terikat kontrak jangka panjang.
“Kalau persoalan impor crued, sekalipun Selat Hormuznya sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan kontra jangka panjang dengan negara-negara lain,” kata Bahlil di Komplek Parlemen Senayan, dikutip Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Pengamat: Jika Selat Hormuz Dibuka, Inflasi Global Bisa Mereda
Meski demikian, Bahlil membuka peluang untuk memperluas sumber pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah apabila menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan pemasok lainnya.
“Tapi kalau harganya lebih kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita mencoba untuk membuka akses pasar di Middle East,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan langkah mitigasi terhadap dampak penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital energi dunia dengan volume pasokan mencapai sekitar 20,1 juta barel per hari (bph).
Jalur tersebut juga menjadi rute pengiriman sebagian impor minyak mentah (crude) Indonesia dari kawasan Timur Tengah.
Namun demikian, Bahlil menegaskan ketergantungan Indonesia terhadap jalur tersebut relatif terbatas. Sebab, Indonesia mengimpor sekitar 25% minyak mentah dari Timur Tengah yang praktis pengirimannya harus melalui Selat Hormuz.
“Selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Angola, dari Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brazil. Jadi secara keseluruhan impor kita untuk crude, 20 sampai 25% dari Selat Hormuz, selebihnya tidak dari sana,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








