Perkuat Aceh Sebagai Sentra Pangan, Pemerintah Fokus Program Cetak Sawah dan Irigasi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan siap memenuhi seluruh kebutuhan Aceh untuk memperkuat ketahanan pangan, mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, penyediaan pupuk hingga dukungan harga gabah petani.
"Gabah, pupuk, irigasi, cetak sawah baru, berapapun permintaan Aceh kita layani," kata Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Pernyataan tersebut menandai masuknya Aceh dalam agenda penguatan produksi pangan nasional yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Harga Gabah Petani Aceh Rp7.000 per Kg di Atas HPP, Petani Kian Sejahtera
Pemerintah menilai peningkatan kapasitas produksi daerah menjadi kunci menjaga ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi padi nasional pada 2025 mencapai sekitar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah juga mencatat stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, seiring peningkatan serapan gabah petani domestik.
Menurut Zulhas, pendekatan pemerintah saat ini berbeda dibanding era sebelumnya yang lebih mengandalkan mekanisme pasar untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Ia menegaskan swasembada bukan semata soal ketersediaan beras, melainkan berkaitan langsung dengan kedaulatan negara. "Indonesia harus swasembada. Karena swasembada merupakan kedaulatan, dan kedaulatan adalah kehormatan," ujarnya.
Zulhas menambahkan sektor pangan tidak hanya menyangkut kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga menyentuh kehidupan jutaan pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan dan peternakan.
"Pangan bukan hanya sekadar beras untuk makan. Tapi pangan menyangkut 100 juta rakyat Indonesia. Ada petani, nelayan dan ada peternak," kata Zulhas.
Sebagai informasi, Aceh merupakan salah satu daerah penghasil padi utama di Pulau Sumatra.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, provinsi tersebut memiliki potensi lahan sawah yang luas dan sejumlah kawasan yang masih dapat dioptimalkan melalui program cetak sawah serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Penguatan sektor pangan di Aceh dinilai penting karena berpotensi menambah kapasitas produksi beras nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan domestik.
Dukungan terhadap infrastruktur pertanian juga dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga pendapatan petani.
Selain membahas pangan, Zulhas menyinggung perlunya perbaikan tata kelola sumber daya alam agar manfaat ekonomi lebih besar dirasakan masyarakat.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan sektor strategis nasional memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









