Kemahalan Salah, Kemurahan Salah, Kementan Cari Titik Tengah Harga Cabai

AKURAT.CO Pemerintah mengubah fokus stabilisasi harga cabai tidak hanya untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga, tetapi juga mencegah harga di tingkat petani jatuh terlalu dalam saat panen raya.
Langkah ini dilakukan menyusul ditemukannya harga cabai merah keriting (CMK) di sejumlah sentra produksi yang berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, fluktuasi harga merupakan karakteristik utama komoditas hortikultura. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa pada saat tertentu petani juga mengalami tekanan akibat harga yang anjlok.
Baca Juga: Harga Cabai Tinggi, Kemendagri Minta Pemda Galakkan Aksi Tanam Cabai
"Seperti cabai mungkin karena distribusi. Tapi ingat, cabai terkadang harganya Rp80.000 sampai Rp100.000 per kilogram, tetapi terkadang juga harganya jatuh. Jadi mungkin berilah kesempatan ke petani cabai juga supaya recovery, modalnya kembali," kata Amran dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) cabai yang digelar Bapanas bersama Kementerian Pertanian dan berbagai asosiasi pelaku usaha hortikultura.
Data yang disampaikan Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) menunjukkan petani cabai di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tengah memasuki masa panen raya menjual cabai merah keriting pada kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Harga tersebut berada di bawah atau mendekati batas bawah HAP pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp22.000 hingga Rp29.600 per kilogram.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi mengurangi margin keuntungan petani. Padahal, berdasarkan data Bapanas, cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang selama ini berkontribusi besar terhadap inflasi pangan nasional.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menegaskan, stabilisasi harga harus dilakukan secara seimbang antara kepentingan konsumen dan produsen.
"Kalau yang di bawah HAP, kita harus bantu. Tentu kita harus dorong untuk mendekati HAP atau minimal di atas HAP sedikit sehingga petani tidak dirugikan. Jadi jangan sampai kita minta harganya turun terus, ternyata produktivitas rendah. Kasihan petani kita. Jadi harus kita wajarkan," ujar Ketut.
Menurutnya, kondisi pasokan cabai dan bawang merah secara nasional saat ini relatif aman. Ketersediaan stok yang cukup menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga tanpa menimbulkan gejolak baru di pasar.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memperkuat distribusi antardaerah melalui mobilisasi stok dari wilayah yang sedang mengalami surplus produksi ke daerah yang harga cabainya masih tinggi.
Skema tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan intervensi harga langsung karena mampu menyerap produksi petani sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang kekurangan pasokan.
Bapanas mencatat sejumlah wilayah seperti Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara masih mencatatkan harga cabai di atas HAP.
Daerah-daerah tersebut menjadi target distribusi hasil panen dari sentra produksi yang sedang memasuki masa panen raya.
"Tentu ini adalah potensi-potensi yang bisa kita dorong panen-panen cabai merah keriting ke wilayah-wilayah tersebut," kata Ketut.
Dari sisi produksi, pemerintah memperkirakan pasokan cabai rawit merah (CRM) akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, produksi CRM pada Juni 2026 diperkirakan mencapai 113,8 ribu ton. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 144,7 ribu ton pada Juli 2026.
Peningkatan produksi itu terjadi meskipun sebelumnya sektor hortikultura sempat menghadapi tantangan berupa anomali cuaca dan serangan organisme pengganggu tanaman yang menekan produktivitas di sejumlah sentra produksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit










