PLTP Bikin Sumur Warga Kering? Ini Penjelasan Kementerian ESDM

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral buka suara perihal keresahan masyarakat tentang keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang ditakutkan mengurangi sumber air di wilayah operasional pembangkit.
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris menjelaskan, air yang dimanfaatkan untuk pembangkit panas bumi berasal dari lapisan bawah permukaan bumi.
"Misalnya geothermal. Ada isu-isu terkait dengan, 'Oh itu nanti bisa membuat sumur kering'. Sebenarnya itu bisa dijawab bahwa fluida yang dipakai di geothermal itu bukan air permukaan, tapi air yang ada di kedalaman sampai satu setengah kilo," kata Haris saat ditemui selepas agenda ESSA Summit 2026, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: PGE Pastikan PLTP Lahendong Tetap Stabil Pascagempa di Sulawesi Utara
Harris menjelaskan bahwa penggunaan fluida panas bumi dalam proses pembangkitan listrik tidak akan memengaruhi ketersediaan air permukaan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pengembangan energi panas bumi adalah masih minimnya pemahaman masyarakat terkait teknologi tersebut.
Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat upaya edukasi dan sosialisasi agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai cara kerja serta manfaat energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan.
“Bukan (air) yang ada di permukaan. Jadi yang di permukaan itu tidak terganggu, artinya air konsumsi masyarakat itu tidak terganggu. Nah, tapi hal-hal yang seperti ini belum semuanya dipahami masyarakat sehingga memang perlu ada sosialisasi, perlu ada penyampaian informasi," tutur Haris.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan capaian bauran energi baru dan terbarukan (EBT) nasional pada triwulan I-2026 telah mencapai 18,3%.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada diangka 15,05%
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan capaian tersebut mencerminkan semakin meningkatnya investasi dan realisasi proyek energi terbarukan di dalam negeri.
“Bauran energi baru terbarukan untuk triwulan I tahun 2026 ini secara menyeluruh mencapai 18,3 persen. Dan ini kenaikan yang luar biasa dari tahun lalu,” kata Eniya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (4/6/2026).
Di sisi lain, Eniya menyampaikan, hingga April 2026 kapasitas terpasang pembangkit EBT nasional juga telah mencapai sekitar 98% dari target yang ditetapkan untuk periode berjalan.
Meski demikian, pemerintah masih menargetkan tambahan kapasitas pembangkit EBT hingga akhir tahun.
“Jadi kami masih mempunyai target untuk dicapai sampai dengan Desember 2026 sebanyak 16,63 gigawatt menjadi target kami di 2026,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









