Kementan Waspadai Penurunan Produksi Padi di Merauke Imbas Genangan Air

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawalan sentra pangan strategis di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, setelah menemukan adanya penurunan produksi padi di sejumlah lokasi pertanaman.
Meski belum masuk kategori gagal panen atau puso, pemerintah menilai kondisi tersebut perlu segera diantisipasi untuk menjaga pasokan pangan nasional.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, mengatakan pemantauan lapangan dilakukan langsung di Kampung Yasamulya SP2 dan Kampung Waninggap Miraf SP5 di Distrik Tanah Miring, serta Kampung Sidomulyo di Distrik Semangga.
Baca Juga: Kementan Tanam Padi di Lamongan Seluas 740 Hektare Jelang Puncak El Nino Godzilla
"Kami turun langsung untuk memetakan, jika memang terjadi penurunan produksi, apa penyebab utamanya. Setelah bersama-sama meninjau tiga lokasi tadi, memang ditemukan adanya penurunan produksi, namun kondisinya tidak signifikan dan bukan gagal panen total atau puso," kata Hermanto dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Pemantauan tersebut melibatkan jajaran Kementan, Dandim 1707/Merauke, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat, penyuluh pertanian lapangan, serta kelompok tani.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar setiap potensi gangguan produksi dapat dideteksi sejak dini.
"Pengawalan lapangan ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar setiap potensi kendala produksi dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini sehingga produktivitas pertanian di sentra pangan Merauke tetap terjaga," ujar Hermanto.
Hasil pemantauan menunjukkan tingginya curah hujan selama musim rendengan menjadi faktor utama yang memengaruhi produktivitas tanaman padi. Kondisi lahan yang lebih lembap meningkatkan risiko serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), mulai dari hama hingga penyakit tanaman.
Menurut Hermanto, ancaman terbesar saat ini bukan hanya genangan air, melainkan potensi ledakan serangan hama yang dapat memperbesar kerugian petani apabila tidak ditangani secara cepat.
"Teman-teman di lapangan sudah mulai mengonsolidasikan gerakan untuk memastikan serangan hama dapat diminimalisir ke depannya. Hama memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi sangat bisa dikendalikan agar tidak sampai terjadi ledakan kasus," katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Papua Selatan merupakan salah satu lumbung beras baru nasional yang terus didorong pemerintah melalui program pengembangan kawasan pangan dan food estate.
Merauke sendiri memiliki hamparan lahan pertanian yang luas dan menjadi salah satu daerah prioritas dalam program percepatan swasembada pangan.
Karena itu, setiap gangguan produksi di wilayah tersebut menjadi perhatian pemerintah mengingat perannya yang semakin strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









