Bapanas: Harga Cabai Rawit Turun 47 Persen, Kini Rp63 Ribu per Kg

AKURAT.CO Harga cabai rawit nasional mulai menunjukkan tren penurunan pada pekan pertama Mei 2026 setelah sempat melonjak hingga Rp120.000 per kilogram menjelang Lebaran 1447 Hijriah.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut perbaikan pasokan dari sentra produksi dan distribusi antardaerah menjadi faktor utama yang menahan lonjakan harga pangan tersebut.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan rata-rata harga cabai rawit merah nasional per 12 Mei 2026 tercatat sebesar Rp63.252 per kilogram berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.
Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Naik, Pemda Diminta Siapkan Langkah Mitigasi hingga Perkuat Sinergi
“Harga cabai rawit nasional menunjukkan penurunan pada minggu pertama Mei 2026,” kata Ketut di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Penurunan tersebut berarti harga cabai rawit telah terkoreksi sekitar 47% dibanding periode menjelang Ramadan dan Lebaran 2026 ketika harga di sejumlah pasar sempat menyentuh Rp120.000 per kilogram. Menurut Bapanas, kondisi ini menandakan tekanan pasokan mulai mereda setelah panen kembali berlangsung di sejumlah sentra hortikultura nasional.
Ketut menjelaskan gangguan cuaca dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sebelumnya sempat memicu penurunan produksi di sejumlah daerah. Namun dalam beberapa pekan terakhir, distribusi cabai dari wilayah produksi menuju pasar konsumsi mulai kembali lancar.
“Panen di sejumlah sentra mulai bertambah dan stok nasional masih tersedia sehingga harga cabai rawit di pasar diperkirakan semakin stabil dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Ketut.
Data Bapanas menunjukkan jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit turun signifikan. Pada minggu ketiga April 2026, terdapat 127 daerah yang mengalami kenaikan IPH cabai rawit. Jumlah tersebut kini turun menjadi 91 daerah pada minggu pertama Mei 2026.
Baca Juga: Harga Cabai hingga Telur Masih Flujtuatif Jelang Lebaran 2026
Penurunan tekanan harga ini dinilai penting karena cabai rawit selama ini menjadi salah satu komoditas penyumbang utama inflasi pangan nasional. Ketut menyebut koreksi harga cabai turut membantu menjaga laju inflasi pangan agar tetap terkendali.
“Artinya secara inflasi dia sudah turun banyak. Kemudian di atas Harga Acuan Penjualan memang oke, tapi secara harga relatif sudah sangat banyak turun,” katanya.
Harga cabai rawit memang kerap mengalami fluktuasi tajam menjelang hari besar keagamaan akibat lonjakan permintaan dan terganggunya pasokan karena cuaca. Pada Ramadan dan Lebaran 2024 hingga 2025, pola kenaikan serupa juga sempat terjadi di berbagai daerah dengan harga menembus di atas Rp100.000 per kilogram.
Namun berbeda dengan periode sebelumnya, pemerintah kini memiliki bantalan pasokan yang lebih besar. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Bapanas per 5 Mei 2026, produksi cabai rawit nasional sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 1,59 juta ton. Sementara kebutuhan nasional diproyeksikan sebesar 913,6 ribu ton.
Dari total produksi tersebut, stok akhir tahun diperkirakan masih menyisakan sekitar 60,5 ribu ton. Khusus untuk Mei 2026, pasokan cabai rawit diproyeksikan mencapai 168,1 ribu ton, jauh di atas kebutuhan nasional yang berada di kisaran 78 ribu ton.
Dengan demikian, neraca pasokan cabai rawit pada Mei diperkirakan masih surplus sekitar 90,1 ribu ton. Surplus ini menjadi bantalan penting untuk menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen sekaligus mengurangi risiko gejolak inflasi pangan dalam jangka pendek.
Bapanas menyatakan koordinasi dengan petani hortikultura dan sentra produksi terus diperkuat guna menjaga kesinambungan distribusi. Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga di pasar rakyat agar tidak terjadi kekosongan pasokan di wilayah konsumsi utama.
“Sehingga kami akan terus memantau. Kemudian kita juga berkoordinasi dengan para champion-champion cabai terkait pasokan dan distribusi,” ujar Ketut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan










