Harga Cabai dan Bawang Naik, Pemda Diminta Siapkan Langkah Mitigasi hingga Perkuat Sinergi

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai besar, dan bawang merah di daerah masing-masing.
Sebab, saat ini komoditas tersebut mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah akibat kurangnya ketersediaan pasokan.
"Kalau masyarakat kita, masyarakat Bapak-Ibu (Pemda) sekalian yang di daerah yang tahu bahwa gemar memakan cabai, cobalah usaha, coba pikirkan, ada rasa bertanggung jawab sedikit," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Krisis Roti di Gaza Memburuk, Bantuan Menyusut dan Harga Tepung Melonjak
Dia pun menekankan kepada pemda untuk menggencarkan gerakan menanam. Apalagi, komoditas yang mengalami kenaikan tersebut merupakan komoditas yang relatif mudah ditanam di daerah.
Di sisi lain, dia menyoroti bahwa ketersediaan komoditas cabai merah, cabai besar, dan bawang merah kerap menjadi persoalan klasik yang dialami daerah. Oleh karena itu, penting bagi pemda untuk melakukan langkah mitigasi agar masalah serupa tidak muncul kembali di masa mendatang.
Tomsi menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) per April 2026, komoditas cabai rawit dan cabai merah mengalami defisit produksi di beberapa daerah.
Defisit terparah dialami oleh daerah di Tanah Papua, Pulau Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatera. Untuk itu, jajaran Pemda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu mengoptimalkan langkah pengendalian agar masalah tersebut dapat teratasi.
Baca Juga: Dikelola InJourney, The Meru Sanur Raih Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026
"Kita sudah melakukan 163 kali rapatnya (pengendalian inflasi), nah kami sangat berharap kesadaran teman-teman kepala daerah dan jajarannya untuk melakukan langkah pengendalian," ujarnya.
Dia juga meminta daerah dengan defisit produksi komoditas tersebut untuk berkoordinasi dengan daerah surplus. Selain itu, daerah juga perlu berkoordinasi langsung dengan Kementan untuk mencarikan solusi atas persoalan tersebut.
"Teman-teman kepala dinas, pimpinan kepala daerah atau yang mewakili, tolong ini dicatat, silakan peluang ini dimanfaatkan dengan baik. Kalau sudah ada peluang tidak dimanfaatkan juga, nah ini berarti keterlaluan ya," tandas Tomsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








