Akurat

Harga Pangan Mulai Naik di Minggu Pertama Ramadan, TPID Diminta Turun Langsung ke Pasar

Siti Nur Azzura | 23 Februari 2026, 18:44 WIB
Harga Pangan Mulai Naik di Minggu Pertama Ramadan, TPID Diminta Turun Langsung ke Pasar
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. (Dok. Kemendagri)

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri mencatat, sejumlah harga bahan pokok mulai merangkak naik di beberapa daerah di minggu pertama bulan Ramadan. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, dan daging sapi.

Untuk itu, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah dan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, Kemendagri meminta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun langsung untuk mengecek perkembangan harga bahan pokok di pasar.

"Bapak-Ibu sekalian tolong teman-teman dari dinas, dari TPID turun, turun cek. Kemudian komunikasikan betul dengan para champion-champion itu sehingga harga bisa turun," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Komisi C DPRD Jakarta Siapkan Rapat Pantau Stok dan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

Berdasarkan pantauan langsung di tingkat petani dan peternak, stok dan harga komoditas tersebut relatif terkendali. Namun, di tingkat distributor terjadi lonjakan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Oleh karena itu, dia meminta jajaran pemerintah daerah (Pemda), khususnya TPID, bersikap tegas terhadap oknum distributor yang menaikkan harga di atas HET. "Kita punya harga eceran tertinggi, HET. Tegakkan hukum itu, ya. Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari," ujarnya.

Di sisi lain, Tomsi juga meminta Perum Bulog mengendalikan harga beras yang naik di sejumlah daerah. Bila perlu, Perum Bulog dapat menambah stok beras di daerah yang mengalami kenaikan harga.

Melalui intervensi tersebut, diharapkan kenaikan harga beras yang melebihi HET dapat ditekan. Terlebih, saat ini pemerintah tengah mengupayakan swasembada beras yang menuntut tanggung jawab seluruh pihak untuk menjaga stabilitas harga.

Baca Juga: Pemerintah Daerah Diminta Turun ke Pasar Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan

"Di situlah tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah untuk menjaga marwah peraturan itu. Jangan terus berkata 'naik sedikit (melebihi HET)'. Tidak bisa," ucapnya.

Dia menegaskan, apabila harga bahan pokok dapat dikendalikan dengan baik, masyarakat akan lebih mudah menjangkaunya. Karena itu, berbagai langkah dan upaya perlu terus dioptimalkan, terutama oleh jajaran TPID.

"Kalau kita bisa bertahan sampai akhir dalam mengendalikan harga bahan pokok, maka lebaran tahun ini merupakan lebaran yang terbaik dari sisi harga," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.