Pertamina Pasok Solar ke SPBU Swasta, Ini Penjelasan Kementerian ESDM

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan telah memfasilitasi kerja sama pembelian bahan bakar diesel atau solar antara PT Pertamina dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta seperti Shell hingga BP.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, terisinya kembali stok diesel di SPBU Shell dilakukan melalui kerja sama dengan Pertamina
“Itu adalah kerjasama dengan Pertamina yang kemarin sudah kita gagas, kita fasilitasi, dan alhamdulillah sekarang sudah ada kerjasama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi,” kata Laode di Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Coaching Clinic RKAB
Laode menjelaskan, pemerintah memang tengah mendorong pola kerja sama serupa antara Pertamina dan perusahaan BBM swasta lainnya guna menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.
Saat ditanya apakah Shell, BP, dan VIVO telah membeli pasokan diesel dari Pertamina, Laode menyatakan pihaknya telah memfasilitasi kerja sama antara Pertamina dengan Shell Cs.
“Sebenarnya kan arah kita nanti seperti itu. Memang belum semuanya tapi sudah mulai. Jadi kita fasilitasi agar mulai dengan Pertamina termasuk Shell,” ujarnya.
Sementara untuk produk BBM jenis bensin, pemerintah masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut sebelum memperluas skema kerja sama serupa.
“Sementara (hanya diesel), nanti kita lihat lagi untuk yang lain,” tutur Laode.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta akan membeli solar dalam negeri yang dipasok PT Pertamina (Persero).
Baca Juga: ESDM Dorong Teknologi AI dan Smart Mining di Industri Batubara
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan SPBU swasta akan membeli solar dari Pertamina mulai April 2026.
“Iya, rencananya mulai April sudah harus menggunakan solar dalam negeri,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jumat (6/2/2026).
Laode mengungkapkan sudah melakukan sejumlah pertemuan dengan badan usaha pengelola SPBU swasta dan Pertamina guna membahas pembelian solar dari perusahaan pelat merah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Pertamina diminta menyediakan loading port yang memadai agar distribusi solar ke SPBU swasta dapat berjalan lancar.
“Intinya kita kan pada saat transisi ini Pertamina harus menyediakan loading port yang memadai.Kemudian kargonya juga seperti, dimecingkan juga dengan berapa volume yang dipesan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








