Uji Teknis Terus Berjalan, Bahlil Targetkan B50 Berlaku 1 Juli 2026

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah menargetkan penerapan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.
Bahlil menyampaikan, pemerintah saat ini masih melakukan serangkaian pengujian teknis guna memastikan campuran biodiesel 50% tersebut dapat digunakan secara optimal tanpa menimbulkan gangguan pada mesin.
“B50, 1 Juli sudah mulai penerapan dan sudah melakukan tes-tes terus,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: B50 Dorong Serapan CPO, Pemerintah Antisipasi Undersupply
Bahlil menjelaskan, pengujian B50 saat ini dilakukan pada sejumlah moda transportasi dan peralatan industri, mulai dari kapal, alat berat, hingga kereta api.
Pemerintah berharap seluruh hasil pengujian berjalan sesuai rencana sehingga implementasi dapat dilakukan tepat waktu.
Bahlil menegaskan, apabila seluruh tahapan uji coba berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala teknis, maka penerapan mandatori B50 akan dimulai sesuai jadwal pada Juli 2026.
“Kalau dia sesuai schedule, enggak ada soal, 1 Juli penerapannya. Tapi katakanlah dalam uji coba itu ada mesinnya, ada mungkin nggak pas,kita akan melakukan penyusuaian,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah buka suara soal penerapan kebijakan campuran biodiesel 50% atau B50 di Tanah Air. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan resmi berlaku mulai 1 Juli 2026.
“Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50 ini mulai berlaku 1 Juli 2026,” kata Airlangga dalam konferensi secara daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).
Menurut Airlangga, PT Pertamina (Persero) telah siap untuk mengimplementasikan proses blending atau pencampuran bahan bakar sesuai kebijakan baru tersebut.
Airlangga menjelaskan penerapan B50 berpotensi menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil hingga 4 juta kiloliter.
“Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending dan ini berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter dan ini dalam satu tahun,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver









