Bahlil: Nikel Masuk Agenda Energi di KTT ASEAN Filipina

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa komoditas nikel akan menjadi salah satu bagian dari pembahasan sektor energi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan digelar di Filipina.
Bahlil menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin KTT ASEAN dengan dua fokus utama, yakni isu ketahanan pangan dan energi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam konteks energi, negara-negara ASEAN akan membahas penguatan kolaborasi untuk membangun ketahanan energi regional.
Baca Juga: Lewat KTT ASEAN ke-48, RI Dorong Integrasi di Tengah Eskalasi Tekanan Global
“Besok, Insyaallah, Bapak Presiden akan memimpin KTT ya, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Filipina. Tuan rumahnya memang Filipina. Dan isunya itu ada dua. Yang pertama adalah isu pangan. Yang kedua adalah energi,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (6/2/2026).
Bahlil menambahkan, nikel menjadi salah satu komoditas strategis dalam transisi energi karena dapat diolah menjadi bahan baku baterai.
Indonesia sendiri saat ini tengah mengembangkan ekosistem industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Nikel adalah salah satu komoditas energi yang bisa dikonversi untuk menjadi baterai. Nah, kebetulan di Asia Tenggara, yang punya pabrik ekosistem baterai dan hulu sampai hilir itu tidak semua negara punya,” ujarnya.
Terkait potensi kerja sama dengan Filipina, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia bersikap terbuka, namun tidak ada pembahasan spesifik mengenai kerja sama teknis antarnegara dalam pengembangan nikel.
Menurutnya, kolaborasi lebih bersifat business-to-business (B-to-B), di mana perusahaan dapat menjalin kerja sama sesuai kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: KTT ASEAN Plus Three, Prabowo Dorong Kerja Sama Konkret dan Persaingan Konstruktif di Kawasan
Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyebutkan kemungkinan kerja sama dalam bentuk suplai bahan baku apabila dibutuhkan.
“Tapi mereka mungkin bisa menyuplai kalau kita kekurangan. Kalau kita kekurangan bahan bakunya, bisa disuplai dari mana saja. Jadi tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis spesifik itu, enggak ada,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas
- 10KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Cari Bukti Baru Kasus ATR/BPN









