Danareksa Disulap Jadi Asset Manager, Kelola Dana Hingga Rp185 Triliun

AKURAT.CO Pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara resmi memulai restrukturisasi besar terhadap PT Danareksa (Persero) dengan mengalihkan fokus bisnis menjadi perusahaan pengelola aset (asset management). Langkah ini ditargetkan menghasilkan dana kelolaan hingga Rp185 triliun.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan transformasi tersebut akan mengubah struktur Danareksa secara fundamental dari holding multi-sektor menjadi entitas investasi terfokus.
“Dia (Danareksa) tidak holding lagi. Tapi merger menjadi satu company yang kuat dan itu akan menjadi asset management yang nomor dua terbesar. Sebagai gambaran, dana kelolaan MI Himbara saat ini mencapai Rp185 triliun,” ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: BP BUMN dan KAI Percepat Santunan ke Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
Restrukturisasi dilakukan melalui pemisahan (spin-off) sejumlah unit usaha yang tidak berkaitan langsung dengan bisnis inti pengelolaan aset. Unit seperti kawasan industri, konstruksi, clearing house, dan jasa keuangan akan dialihkan ke holding sektoral masing-masing.
“Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management. Kembali ke khitahnya. Jadi nanti dari hasil merger yang empat, itu ada empat asset management kita (BUMN), itu akan menjadi Danareksa,” kata Dony.
Pemerintah menargetkan proses pelepasan seluruh anak usaha rampung pada pertengahan Mei 2026, dengan pengumuman resmi hasil konsolidasi dijadwalkan pada 10 Mei 2026.
Transformasi ini ditopang oleh integrasi Manajer Investasi (MI) dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang selama ini memiliki dana kelolaan kolektif mencapai Rp185 triliun. Angka tersebut menjadi baseline proyeksi awal Danareksa pasca-konsolidasi.
Dengan skala tersebut, Danareksa diproyeksikan langsung menempati posisi sebagai perusahaan asset management terbesar kedua di Indonesia, memperkuat peran BUMN dalam industri pasar modal dan pengelolaan dana.
Pemerintah menilai model bisnis baru ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi aset negara melalui pengelolaan profesional berbasis investasi.
Danareksa merupakan salah satu BUMN tertua di sektor jasa keuangan yang didirikan pada 1976 dan selama beberapa dekade beroperasi sebagai holding dengan portofolio lintas sektor, mulai dari infrastruktur hingga jasa keuangan.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong konsolidasi BUMN berbasis klaster untuk meningkatkan fokus bisnis dan memperbaiki kinerja keuangan. Langkah ini sejalan dengan pembentukan berbagai holding sektoral seperti holding ultra mikro, holding pangan, hingga holding industri pertahanan.
Restrukturisasi Danareksa menjadi bagian dari agenda besar reformasi BUMN yang menitikberatkan pada value creation dan efisiensi aset negara. Sebelumnya, pendekatan serupa juga dilakukan pada sektor perbankan melalui integrasi layanan dan penguatan permodalan.
Konsolidasi Danareksa menjadi asset manager berskala besar berpotensi memberikan dampak langsung pada industri keuangan, khususnya pasar modal dan pengelolaan investasi institusi.
Pertama, integrasi MI Himbara dapat meningkatkan daya saing BUMN dalam mengelola dana investasi, termasuk dana pensiun, asuransi, dan reksa dana. Skala dana kelolaan yang besar memungkinkan diversifikasi portofolio yang lebih luas serta efisiensi biaya investasi.
Kedua, langkah ini membuka peluang optimalisasi aset negara yang selama ini tersebar di berbagai entitas. Dengan pengelolaan terpusat, potensi imbal hasil (return) diharapkan lebih maksimal.
Ketiga, bagi investor domestik, kehadiran asset manager BUMN berskala besar dapat menjadi alternatif instrumen investasi yang lebih stabil dan terkelola secara institusional.
Pemerintah menargetkan seluruh proses restrukturisasi rampung dalam waktu dekat, dengan milestone utama pada pengumuman konsolidasi 10 Mei 2026.
Fokus Danareksa kini akan diarahkan pada penguatan kapasitas sebagai asset manager nasional, termasuk pengembangan produk investasi, pengelolaan portofolio institusi, serta ekspansi ke segmen investor ritel.
Transformasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ekosistem keuangan nasional sekaligus meningkatkan kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi aset negara secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 2Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan









