Astra Dorong Komoditas Lokal Tembus Pasar Global, Tingkatkan Pendapatan Warga Desa

AKURAT.CO Astra terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan komoditas unggulan lokal lewat program Desa Sejahtera Astra yang dijalankan di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Astra dalam program Kolaborasi Kampus Berdampak dengan pendekatan One Village One CEO (OVOC), yakni pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis produk unggulan dari hulu hingga hilir.
Program ini dilaksanakan di Desa Sejahtera Astra, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (24/4/2026).
Sejak 2020, program di Bandung Barat mencakup perencanaan produksi bersama kelompok tani, transfer pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas produk hortikultura, hingga penguatan pemasaran dan kemitraan pasar.
Saat ini, pengelolaan lahan mencapai 20 hektare dengan melibatkan sekitar 650 masyarakat di enam desa. Kapasitas produksi tercatat mencapai 15 ton per siklus panen.
Masyarakat mengembangkan berbagai komoditas hortikultura seperti selada air, labu, tomat, buncis kenya, cabai, kol merah, dan paprika.
Program ini turut meningkatkan kapasitas produksi, kualitas hasil panen, serta akses pasar.
Hasilnya, pendapatan petani di wilayah tersebut meningkat signifikan, dari sekitar Rp1,2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.
“Astra memandang desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki daya saing dan akses pasar berkelanjutan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.
Di wilayah lain, Astra juga mengembangkan komoditas unggulan melalui program serupa di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kapasitas pengolahan produk porang.
Komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial RI, Universitas Mataram, dan offtaker produk porang, PT Sanindo Pangan Rinjani, pada 16 April 2026.
Pendampingan di Lombok Utara telah dilakukan sejak 2019 dengan melibatkan 432 masyarakat dari 16 desa.
Program mencakup pelatihan dari budidaya hingga pascapanen, pengolahan hasil, sertifikasi produk, serta penguatan sarana produksi.
Masyarakat setempat mengembangkan komoditas seperti porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai.
Upaya ini berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat dari di bawah Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan, sekaligus membuka peluang kerja baru.
Secara nasional, hingga 2025 program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia.
Program ini mencatat rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85 persen serta menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru.
Baca Juga: Investor Nilai Land Bank Besar Jadi Daya Tarik Properti Agung Sedayu Group
Selain itu, sebanyak 492 desa binaan telah menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp411 miliar.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Astra dalam mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan








