Menuju Swasembada Pangan, 8 Komoditas Diproyeksi Surplus pada Juni 2026

AKURAT.CO Misi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata.
Setelah mencapai swasembada beras pada akhir 2025, pemerintah kini memproyeksikan delapan komoditas pangan strategis akan berada dalam kondisi swasembada pada Juni 2026.
Proyeksi tersebut merujuk pada neraca pangan yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Data hingga pertengahan 2026 menunjukkan ketersediaan pangan nasional secara umum melampaui kebutuhan konsumsi, sehingga menghasilkan surplus di sejumlah komoditas utama.
Untuk komoditas beras, ketersediaan diperkirakan mencapai 31,3 juta ton, jauh di atas kebutuhan 15,4 juta ton, atau surplus sekitar 15,8 juta ton.
Capaian ini memperkuat posisi beras sebagai komoditas yang telah lebih dulu mencapai swasembada.
Komoditas lain juga menunjukkan tren positif. Jagung diproyeksikan memiliki ketersediaan 13,2 juta ton dengan kebutuhan 8,4 juta ton, menghasilkan surplus 4,7 juta ton.
Gula konsumsi tercatat surplus sekitar 797 ribu ton dari total ketersediaan 2,2 juta ton.
Di sektor hortikultura, cabai besar diperkirakan surplus 87 ribu ton dari ketersediaan 551 ribu ton, sementara cabai rawit mencatat kelebihan pasokan 61 ribu ton.
Baca Juga: RUU PPRT Disepakati di Baleg, Siap Disahkan dalam Rapat Paripurna
Bawang merah juga mengalami surplus sekitar 53 ribu ton, dengan sebagian produksi telah diarahkan untuk ekspor.
Sementara itu, sektor protein hewani turut mencatat kinerja positif.
Produksi daging ayam mencapai 2,9 juta ton, melampaui kebutuhan 2 juta ton atau surplus sekitar 950 ribu ton.
Telur ayam juga mengalami surplus 517 ribu ton dari total ketersediaan 3,7 juta ton, yang sebagian telah disalurkan ke pasar ekspor.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Artinya upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat seperti yang disampaikan Presiden, ini sudah kelihatan nyata datanya,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan pada sejumlah komoditas yang belum sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri, seperti bawang putih, kedelai, serta daging sapi dan kerbau.
Dengan tren surplus yang terus meluas, Indonesia dinilai semakin mendekati target kemandirian pangan secara menyeluruh, sekaligus memperkuat stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








