Industri Properti Masuk Fase Transformasi, CEO ASG: Kini Bangun Ekosistem Kehidupan

AKURAT.CO Industri properti Indonesia tengah memasuki fase baru yang ditandai dengan perubahan mendasar dalam cara kawasan dirancang dan dikembangkan.
Sektor ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan mulai bergerak menuju pembentukan ekosistem kehidupan yang lebih terintegrasi.
CEO Agung Sedayu Group, Steven Kusumo, menilai, arah perkembangan industri properti saat ini bersifat transformatif.
Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa peran properti kini semakin luas dalam membentuk pola kehidupan masyarakat.
“Industri properti Indonesia sedang berada dalam fase transformasi besar,” ujar Steven, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, pergeseran tersebut terlihat dari fungsi properti yang tidak lagi berdiri sebagai entitas tunggal.
Kawasan kini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan, mulai dari hunian, pusat bisnis, hingga konektivitas mobilitas dan teknologi.
“Perannya tidak lagi sebatas membangun ruang fisik, tetapi membentuk ekosistem kehidupan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Steven menekankan bahwa tantangan ke depan bagi industri properti akan semakin kompleks.
Pengembang tidak hanya dituntut adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga mampu menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
“Ke depan, properti harus adaptif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat,” tegasnya.
Transformasi ini sejalan dengan perubahan preferensi masyarakat yang kini menginginkan lingkungan hidup yang terintegrasi.
Properti tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung produktivitas, interaksi sosial, serta keseimbangan hidup.
Dengan dinamika tersebut, para pengembang dituntut untuk merespons melalui perencanaan yang lebih matang, integratif, dan berorientasi jangka panjang agar tetap relevan di tengah perubahan industri yang terus bergerak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








