Dukung Program MBG, Kementan Percepat Hilirisasi Ayam di 6 Daerah

AKURAT.CO Pemerintah mulai mempercepat hilirisasi ayam terintegrasi di enam daerah sebagai strategi kunci memperkuat swasembada protein nasional sekaligus menopang kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus meningkat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan hilirisasi ini dirancang sebagai pembangunan ekosistem perunggasan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, serta berpihak pada peternak rakyat.
“Pemerintah memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir di enam daerah,” kata Agung dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Legislator Apresiasi Kementan Capai Swasembada Beras
Langkah strategis ini ditandai dengan groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I oleh Danantara yang dipusatkan di Malang, Jawa Timur. Enam lokasi awal tersebut meliputi Malang (Jawa Timur), Bone (Sulawesi Selatan), Gorontalo Utara, Paser (Kalimantan Timur), Sumbawa (NTB), dan Lampung Selatan. Keenam wilayah ini menjadi bagian dari rencana nasional pengembangan di 30 titik.
Agung menjelaskan, program ini diinisiasi langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan pasokan daging ayam dan telur yang aman, merata, dan berkelanjutan, terutama untuk mendukung MBG.
“Kebutuhan nasional meningkat signifikan, khususnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun,” ujar Agung.
Dirinya menegaskan, hilirisasi ayam tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga stabilitas harga, pemerataan pasokan antarwilayah, serta kepastian usaha bagi peternak rakyat.
Ekosistem yang dibangun mencakup penguatan pembibitan ayam dari grand parent stock (GPS), parent stock (PS), hingga final stock (FS), pengembangan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, peningkatan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga logistik dan pemasaran.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara. Selain itu, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun disiapkan bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Baca Juga: Kementan Rehabilitasi 100 Ribu Hektare Sawah di Sumatra
“Hilirisasi ayam terintegrasi ini untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” tegas Agung.
Direktur Utama ID Food, Gimoyo, menyampaikan BUMN pangan tersebut akan berperan menyerap hasil produksi peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan pasar agar tidak terjadi gejolak harga.
Sementara itu, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan enam proyek hilirisasi ayam merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, dengan total nilai investasi mencapai sekitar USD7 miliar.
“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” ujar Rosan.
Melalui proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah memproyeksikan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun. Program ini juga diperkirakan menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun.
Dari sisi sosial, tambahan pasokan protein tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG, sekaligus berkontribusi menekan angka stunting dan kemiskinan nasional.
Dengan percepatan hilirisasi ayam terintegrasi, pemerintah menegaskan komitmennya membangun swasembada protein nasional yang tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








