KDEI Taipei Dorong Diaspora Jadi Penghubung Ekspor UMKM ke Taiwan

AKURAT.CO Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mendorong diaspora Indonesia di Taiwan untuk mengambil peran strategis sebagai penghubung ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia ke pasar Taiwan.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan ekosistem UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang digagas Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan diaspora memiliki posisi unik dalam memperluas akses pasar global bagi produk Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat membuka secara virtual kegiatan Workshop UMKM BISA Ekspor dan Business Matching di Taipei.
Baca Juga: Kemendag: HR Kakao Februari Naik, Dipicu Bursa dan Permintaan Global
“Dengan jumlah penduduk yang besar dan sumber daya Indonesia yang berlimpah, ekspor kita dapat terus meningkat. Dalam konteks ini, diaspora diharapkan berperan aktif mendorong peningkatan ekspor nasional, khususnya ke Taiwan,” ujar Puntodewi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurut Puntodewi, keterlibatan diaspora tidak hanya mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli potensial, tetapi juga mempercepat adaptasi produk terhadap kebutuhan pasar lokal. Ia berharap antusiasme diaspora berlanjut menjadi gerakan berkelanjutan dalam program UMKM BISA Ekspor.
Sepanjang 2025, Kemendag mencatat UMKM BISA Ekspor telah memfasilitasi 622 kegiatan penjajakan bisnis (business matching) dengan total nilai transaksi dan potensi transaksi mencapai USD134,87 juta.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, mengatakan workshop dan business matching yang digelar pada 1—2 Februari 2026 menjadi bagian dari misi dagang UMKM Indonesia ke Taiwan. Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi antara diaspora dan pelaku UMKM dalam rantai ekspor.
“Diaspora kami libatkan langsung agar dapat masuk dalam ekosistem UMKM BISA Ekspor. Mereka memiliki jejaring, pemahaman pasar, dan pengalaman tinggal di Taiwan yang sangat relevan,” kata Arif.
Workshop Temu Diaspora bertajuk “Wujudkan Mimpi Jadi Eksportir Produk Indonesia di Taiwan” yang digelar Senin (2/2/2026) diikuti 50 peserta diaspora Indonesia. Diskusi difokuskan pada strategi memulai usaha, pemetaan pasar, serta optimalisasi jejaring diaspora sebagai pintu masuk ekspor.
Baca Juga: Kemendag Naikkan HR CPO Februari 2026 Jadi USD918,47 per MT
Salah satu narasumber, Zahra Margautami, menekankan keunggulan kompetitif diaspora Indonesia di Taiwan. “Pengalaman menetap, pemahaman budaya lokal, dan kemampuan berbahasa menjadi modal krusial untuk membangun bisnis dan terlibat dalam rantai ekspor,” ujarnya.
Ismail, peserta workshop, mengapresiasi peran KDEI Taipei dalam menjembatani diaspora dengan pelaku usaha berpengalaman. “Kegiatan ini menumbuhkan kepercayaan diri diaspora untuk mulai merintis usaha produk Indonesia,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









