Akurat

Aprindo Gelar Friday Mubarak 2026, Targetkan Transaksi Rp119 Triliun Jelang Ramadan

Saeful Anwar | 13 Februari 2026, 19:09 WIB
Aprindo Gelar Friday Mubarak 2026, Targetkan Transaksi Rp119 Triliun Jelang Ramadan

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menegaskan komitmennya dalam memperkuat konsumsi domestik dan menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui program Friday Mubarak 2026.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan belanja masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dalam struktur ekonomi nasional, sektor ritel berperan strategis sebagai penggerak konsumsi rumah tangga, simpul distribusi barang, serta penjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 berada di kisaran 5 persen dan target sekitar 5,4 persen pada 2026, penguatan konsumsi kuartal pertama dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Ramadan dan Idulfitri menjadi periode penting yang mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Friday Mubarak 2026 digelar pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 200 perusahaan ritel anggota Aprindo di seluruh Indonesia.

Program ini juga menggandeng ratusan pusat perbelanjaan serta ribuan pasar rakyat agar manfaatnya dirasakan merata, baik di kanal ritel modern maupun pasar tradisional.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program penguatan konsumsi nasional yang dikoordinasikan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan bersama kementerian/lembaga terkait.

Baca Juga: Pemerintah Bidik 30.008 Unit KDMP Beroperasi di 2026, Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja

Di tingkat implementasi, Aprindo menghadirkan berbagai aktivitas belanja tematik, promo harga, diskon tambahan, bundling produk, hingga program cashback guna mendorong transaksi masyarakat selama Ramadan.

Kick-off program digelar di Kuningan City, Jakarta, dan dihadiri perwakilan kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha ritel, pengelola pusat perbelanjaan, pasar rakyat, serta mitra sektor perdagangan.

Ketua Umum Aprindo menyatakan Friday Mubarak 2026 tidak sekadar program promosi, melainkan gerakan bersama untuk menjaga daya beli dan stabilitas harga menjelang periode konsumsi tinggi.

“Program ini kami posisikan sebagai upaya kolektif memperkuat konsumsi domestik. Dengan dukungan sekitar 200 perusahaan ritel anggota, pusat perbelanjaan, serta kolaborasi pasar rakyat, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh akses belanja terjangkau, pasokan aman, dan harga stabil,” ujarnya.

Aprindo menargetkan nilai transaksi nasional hingga sekitar Rp119 triliun pada akhir program.

Target tersebut diharapkan menjadi dorongan konkret bagi konsumsi domestik sekaligus memperkuat optimisme pelaku usaha di tengah ketidakpastian global.

Menurut Aprindo, momentum Ramadan harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, bukan sekadar lonjakan konsumsi musiman.

Penguatan konsumsi dalam negeri dinilai sebagai strategi rasional dan berkelanjutan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Melalui Friday Mubarak 2026, Aprindo berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga, serta memperluas sinergi dengan pusat perbelanjaan dan pasar rakyat guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
S