NNB Setor USD5 Juta Akuisisi 75% PI Blok Duyung

AKURAT.CO PT Nations Natuna Barat (NNB), anak usaha dari Arsari Group telah melakukan pembayaran awal sebesar USD5 juta atau sekitar Rp84 miliar terkait 75% hak partisipasi atau participating interest (PI) non-operator di Blok Duyung.
Hal ini diumumkan langsung oleh Conrad Asia Energy Ltd dan anak usahanya, West Natuna Exploration Limited (WNEL) selaku operator Blok Duyung.
Dana sebesar USD5 tersebut merupakan angsuran pertama dari total nilai transaksi sebesar USD16 juta. Selanjutnya, Conrad akan menerima pembayaran kedua sebesar USD4 juta dalam 30–45 hari ke depan.
Baca Juga: BPH Migas Pastikan Kesiapan Operasional Pipa Gas Bumi Cisem 2
Sementara itu, pembayaran ketiga senilai USD7 juta akan dilakukan setelah dimulainya produksi, yang saat ini ditargetkan pada akhir 2027.
Direktur Pelaksana dan CEO Conrad, Miltos Xynogalas, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan Lapangan Mako dan mempercepat langkah menuju Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID).
Menurutnya, aktivitas pengadaan yang signifikan tengah berlangsung dan sepenuhnya didanai melalui perjanjian pinjaman carry yang telah diumumkan sebelumnya.
Hal ini, kata Miltos menandai transisi Conrad dari perusahaan eksplorasi menjadi perusahaan produsen gas.
Baca Juga: BPH Migas Catat Penghematan Subsidi BBM Hingga Rp4,98 Triliun di 2025
“Produksi pertama diperkirakan akan dimulai akhir tahun depan, hampir satu dekade setelah penemuan lapangan tersebut,” kata Miltos dalam keterangannya dikutip, Selasa (24/2/2026).
Miltos menyampaikan, suntikan dana tunai ini dinilai strategis bagi Conrad, tidak hanya untuk pengembangan Lapangan Mako di Natuna, tetapi juga untuk mendukung operasi eksplorasi di lepas pantai Aceh.
“Di mana empat akumulasi gas yang belum dikembangkan, dikombinasikan dengan Mako, mewakili basis sumber daya kontingen yang substansial dengan potensi untuk memberikan profil pertumbuhan produksi gas yang kuat hingga dekade berikutnya,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






