Akurat

Kementerian ESDM Dalami Insiden Tambang Antam di Pongkor

Dedi Hidayat | 21 Januari 2026, 15:28 WIB
Kementerian ESDM Dalami Insiden Tambang Antam di Pongkor

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM bakal mendalami insiden yang terjadi di kawasan pertambangan PT Antam di Pongkor, Kabupaten Bogor.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Antam terkait insiden tersebut.

“Jadi kita langsung cek dan melakukan koordinasi dengan PT Antam. Itu apa yang terjadi? Apakah kecelakaan tambang atau ada insiden lain yang human error ataukah hal-hal yang terkait dengan force majeure,” kata Jeffri di Kementerian ESDM dikutip, Rabu (21/1/2026).

Jeffri menjelaskan, dari laporan yang diterima adanya asap dan peningkatan kadar karbon dioksida (CO₂) yang signifikan didalam terowongan tambang milik Antam.

Kondisi tersebut awalnya diketahui dari laporan awal yang menyebutkan munculnya asap dari dalam terowongan, sebelum kemudian berkembang menjadi kebakaran.

Baca Juga: ANTAM Evakuasi Tiga Korban Insiden Tambang Ilegal di Area Pongkor

“Nah itu sudah direspon oleh teman-teman untuk koordinasi dengan PT Antam. Jadi intinya kita pada saat itu menyampaikan bahwa prosedur keselamatan didahulukan,” ujarnya.

Terkait adanya tambang ilegal yang diduga berada di wilayah pertambangan Antam, ESDM kata Jeffri masih mendalaminya.

Namun, dirinya belum menemukan adanya kesinambungan antara tambang ilegal dengan insiden di tambang Antam.

“ini kan garis merahnya tidak ada. Intinya begini, tambang ilegal itu dilarang. Tetapi kita juga tidak boleh menyalahkan tambang ilegal kalau ada kecelakaan tambang,” tutur Jeffri

Diberitakan sebelumnya, PT ANTAM Tbk. menindaklanjuti hasil verifikasi lapangan terkait insiden di sekitar wilayah Tambang Emas Pongkor, Kabupaten Bogor, dengan melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban yang ditemukan di area tersebut. 

Berdasarkan hasil penelusuran bersama aparat dan otoritas berwenang, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan tanpa izin (gurandil) yang menerobos wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) ANTAM.

Area tersebut berada di luar kegiatan operasi resmi perusahaan. ANTAM bersama tim gabungan dan aparat berwenang telah berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa di lokasi insiden. 

Proses evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif lintas instansi, dengan mengedepankan prosedur keselamatan kerja yang ketat serta mempertimbangkan kondisi teknis dan keamanan di lokasi.

Hingga saat ini, upaya penelusuran dan penanganan lanjutan masih terus dilakukan sesuai dengan hasil asesmen teknis dan rekomendasi aparat terkait. 

Seluruh tahapan evakuasi dilaksanakan secara cepat, terukur, dan berhati-hati, dengan prioritas utama pada keselamatan personel tim di lapangan. ANTAM turut menyampaikan empati dan duka mendalam kepada keluarga korban.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius manajemen dan akan menjadi dasar penguatan pengawasan serta penegakan keselamatan kerja dan keamanan wilayah tambang.

Keselamatan manusia adalah prioritas utama. ANTAM tidak menoleransi aktivitas penambangan ilegal karena berisiko tinggi dan dapat menimbulkan korban.

"Ke depan, kami akan memperketat pengawasan, penegakan K3, serta pengamanan wilayah tambang agar aktivitas ilegal tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak lagi menjadi korban,” kata Untung dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.