HKTDC Bidik Pembeli RI Lewat Pameran Dagang Global 2026

AKURAT.CO Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) terus memperkuat perannya sebagai penghubung pelaku usaha Indonesia dengan pasar global.
Berlandaskan hubungan dagang bilateral yang telah terjalin lama, Hong Kong memanfaatkan posisinya sebagai pusat perdagangan internasional untuk menarik lebih banyak pembeli dan pelaku usaha dari Indonesia melalui rangkaian pameran dagang global sepanjang 2026.
Associate Director, Business Development, Exhibitions and Digital Business HKTDC, Samuel Cheng, menyampaikan bahwa sejumlah pameran berskala internasional akan digelar di Hong Kong pada periode Maret hingga April 2026. Pameran ini dirancang sebagai platform sourcing strategis bagi pembeli Indonesia untuk menemukan produk baru, memperluas jaringan pemasok global, serta membuka peluang bisnis lintas negara.
Baca Juga: HKTDC Dorong Kolaborasi Indonesia-Hong Kong Lewat 5 Pameran Dagang Internasional 2025
“Pameran-pameran ini menyediakan platform yang sangat efektif bagi pembeli, distributor, dan peritel dari Indonesia untuk melakukan sourcing secara langsung. Kami antusias melihat peningkatan partisipasi pembeli Indonesia pada 2026,” ujar Cheng di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Beberapa pameran utama yang akan digelar antara lain, Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show (2–6 Maret 2026), Hong Kong International Jewellery Show (4–8 Maret 2026), Hong Kong Gifts & Premium Fair (27–30 April 2026), Fashion InStyle (27–30 April 2026), Home InStyle (27–30 April 2026), Hong Kong International Printing & Packaging Fair (27–30 April 2026), DeLuxe PrintPack Hong Kong (27–30 April 2026).
Hubungan ekonomi Hong Kong dan Indonesia menunjukkan tren positif. Pada 2024, nilai perdagangan bilateral kedua wilayah mencapai lebih dari USD4,7 miliar, dengan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar ke-6 Hong Kong di ASEAN dan ke-22 secara global.
HKTDC menargetkan nilai perdagangan pada 2026 melampaui capaian 2024, seiring fokus strategis Hong Kong memperkuat kemitraan dengan ASEAN dan Timur Tengah. Indonesia dinilai memiliki daya tarik kuat berkat populasi muda dan konsumsi domestik yang terus tumbuh.
Salah satu sorotan utama pameran 2026 adalah sektor perhiasan emas, yang dinilai tengah mengalami tren positif di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hong Kong International Jewellery Show akan kembali menghadirkan Gold Jewellery Zone, menampilkan desain inovatif dan pengerjaan emas berkualitas tinggi.
“Emas sangat diminati di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ini menjadi salah satu kategori yang paling relevan bagi pembeli Indonesia,” kata Cheng.
Baca Juga: HKTDC Dorong Indonesia Perluas Ekspor ke Hong Kong
Selain emas, produk halal juga menjadi perhatian. HKTDC mencatat peningkatan signifikan ekosistem halal di Hong Kong, mulai dari makanan hingga layanan pendukung bagi pelaku bisnis dan pengunjung Muslim. Saat ini, terdapat ratusan restoran halal di Hong Kong, termasuk kuliner Tiongkok seperti dim sum halal.
Untuk menarik lebih banyak pembeli dari negara mayoritas Muslim, HKTDC menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang salat di area pameran serta layanan transportasi menuju masjid. Langkah ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi pelaku usaha Indonesia yang hadir langsung ke Hong Kong.
Pada penyelenggaraan 2025, dua pameran perhiasan HKTDC berhasil menarik sekitar 82.000 pembeli dari 141 negara dan diikuti 4.000 exhibitor dari lebih 40 negara. Sementara rangkaian pameran lifestyle April 2025 mencatat lebih dari 100.000 pembeli global.
Sejumlah exhibitor asal Indonesia, termasuk pelaku industri perhiasan, juga dipastikan kembali berpartisipasi pada 2026, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
HKTDC terus mengembangkan model EXHIBITION+, yang mengintegrasikan pameran fisik dan digital. Melalui platform berbasis AI seperti Click2Match dan hktdc.com Sourcing, interaksi bisnis dapat berlanjut sebelum, selama, dan setelah pameran.
Dengan strategi ini, HKTDC optimistis pameran 2026 tidak hanya menjadi ajang temu bisnis, tetapi juga motor penggerak peningkatan perdagangan Hong Kong–Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







