Akurat

MIND ID Bangun Pabrik Baterai EV 15 GWh di Karawang

Andi Syafriadi | 16 Januari 2026, 12:55 WIB
MIND ID Bangun Pabrik Baterai EV 15 GWh di Karawang

AKURAT.CO Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID melalui PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) tengah membangun Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack yang direncanakan memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama dan akan diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.

CATIB sendiri merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL).

Baca Juga: Bantu Jaga Imun dan Kesehatan, MIND ID Kirim 3 Truk Obat-obatan ke Aceh dan Sumatera

Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menyampaikan bahwa negara hadir untuk mendorong pembentukan industri strategis berbasis teknologi yang menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas SDM, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik,” kata Dwi dalam Ceremony First Incoming Equipment to Cell dikutip, Jumat (16/1/2026).

Adapun, proyek yang berada di tanah seluas 43 Ha ini, terdiri atas 2 fasilitas utama.

Pertama, Module & Pack (MP) Plant yang Groundbreaking Ceremony-nya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025, dan telah diselesaikan pembangunan serta instalasi Battery Manufacture Equipment pada Januari 2026. Ini adalah fasilitas inti, berupa rangkaian mesin yang bekerja dalam sistem otomatis untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik.

Baca Juga: Wadirut MIND ID Beberkan Jurus Keluar dari Middle Income Trap dan Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Buku Indonesia Naik Kelas

Kedua Cell Plant, yang pembangunannya tengah dilanjutkan. Ini merupakan fasilitas untuk memproduksi unit dasar sel baterai, untuk kemudian siap dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik (EV) dan aplikasi energi lainnya.

Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026, dan mampu menjadi tonggak bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam mineral, hingga meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri di setiap produk kendaraan listrik di Indonesia.

Selain itu, dalam agenda Ceremony First Incoming Equipment to Cell juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL).

Dalam MoU ini, kedua perusahaan bakal melakukan penelitian dan pengembangan produk terkait baterai, energi terbarukan, dan mobilitas listrik untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan.

Khususnya, dalam mempersiapkan peluncuran komersial atas seluruh rantai nilai baterai hulu hingga hilir yang terintegrasi di Indonesia pada tahun 2028.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan kolaborasi strategis yang telah berjalan ini, menjadi jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak hilirisasi.

Grup MIND ID terus mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam mineral dan batu bara yang besar untuk menjadi motor bagi pembangunan peradaban masa depan.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan Masyarakat,” ujar Maroef.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional agar tumbuh secara terintegrasi dan berdaya saing global.

PT IBI, kata Aditya memastikan pengembangan ekosistem baterai nasional berjalan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga implementasi

“Penandatanganan MoU adalah cerminan komitmen agar keberadaan industri baterai nasional dapat berkontribusi pada peningkatan kepakaran Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.