Akurat

Layanan Digital KAI Makin Diminati, 75 Persen Tiket Dibeli via Aplikasi

Andi Syafriadi | 8 Januari 2026, 09:10 WIB
Layanan Digital KAI Makin Diminati, 75 Persen Tiket Dibeli via Aplikasi

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat mayoritas pelanggan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) telah beralih ke layanan digital. Dari total 4.179.095 pelanggan, sekitar 75% melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, selama periode angkutan Nataru, sebanyak 3.432.968 pelanggan atau setara 75,12% membeli tiket secara digital melalui Access by KAI. Capaian tersebut menegaskan peran aplikasi tersebut sebagai kanal utama masyarakat dalam merencanakan perjalanan kereta api.

“Perubahan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital KAI yang dinilai praktis, cepat, dan terintegrasi. Pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin digital terlihat jelas selama masa angkutan Nataru,” ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Penumpang KAI Nataru 2025/2026 Tembus 4,17 Juta, Naik 12 Persen

Masa angkutan Nataru KAI berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pada periode tersebut, KAI juga mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan secara keseluruhan. Total penumpang Nataru 2025/2026 meningkat 12,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.730.584 pelanggan.

Anne menjelaskan, Access by KAI tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pembelian tiket, tetapi dirancang sebagai pusat kendali perjalanan pelanggan. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan pembelian, penjadwalan ulang, hingga pembatalan tiket secara mandiri tanpa harus datang ke stasiun.

“Kami ingin pelanggan dapat mengatur perjalanan dengan mudah, selama tiket terdaftar atas nama pribadi atau salah satu penumpang dalam kode booking,” jelas Anne.

Selain itu, Access by KAI juga menghadirkan ekosistem layanan digital yang terintegrasi. Dalam satu aplikasi, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan pendukung, mulai dari pemesanan hotel, E-Porter, pembayaran listrik, hingga konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.

Menurut Anne, integrasi tersebut bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih menyeluruh. Kemudahan yang ditawarkan tidak hanya sebatas transaksi, tetapi juga membantu pelanggan merencanakan perjalanan secara terpadu dalam satu genggaman.

Baca Juga: Penumpang KAI Naik 7,6 Persen Selama Nataru 2026, Kebut Ekonomi dan Pariwisata di Daerah

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi layanan, KAI juga melengkapi Access by KAI dengan fitur Carbon Footprint serta pendaftaran face recognition boarding yang kini tersedia di 22 stasiun. Fitur tersebut memungkinkan proses boarding berjalan lebih cepat dan nyaman, terutama saat volume penumpang tinggi.

Dari sisi operasional, kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau setara 122,9% dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6% dari kapasitas 745.056 tempat duduk.

Anne menjelaskan, tingkat keterisian yang melampaui kapasitas dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal yang memungkinkan naik-turun penumpang di sejumlah stasiun dalam satu perjalanan.

“Digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih tertib dan terukur,” katanya.

KAI pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan selama periode Natal dan Tahun Baru. Ke depan, KAI berkomitmen memperkuat layanan digital, memperluas integrasi antarmoda, serta meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.

“Transformasi ini kami jalankan secara berkelanjutan agar kereta api semakin relevan, nyaman, dan menjadi bagian dari gaya hidup mobilitas masyarakat,” tutup Anne.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi