Akurat

ILUNI FKUI dan FTUI serta ParagonCorp Donasikan Satu Unit Genset ke Langsa

Hefriday | 24 Desember 2025, 19:58 WIB
ILUNI FKUI dan FTUI serta ParagonCorp Donasikan Satu Unit Genset ke Langsa

AKURAT.CO Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) bersama Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) dan ParagonCorp menyalurkan bantuan satu unit generator set (genset) kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Aceh. 

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap upaya tanggap darurat dan pemulihan layanan kesehatan pascabencana yang melanda wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Penyerahan genset tersebut ditujukan untuk memastikan keberlangsungan pasokan listrik di RSUD Langsa. 
 
Ketersediaan listrik yang stabil dinilai krusial untuk menunjang operasional rumah sakit, terutama pada layanan kegawatdaruratan, perawatan intensif, tindakan operatif, hingga pelayanan medis esensial lain yang sangat bergantung pada keandalan energi listrik.
 
Ketua Umum ILUNI FKUI, dr. Wawan Mulyawan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas alumni dan mitra industri ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial alumni Universitas Indonesia dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu pilar utama yang harus segera dipulihkan dalam kondisi darurat.
 
“Bagi kami di ILUNI FKUI, kesehatan adalah hak fundamental masyarakat. Dalam situasi pascabencana, rumah sakit harus tetap dapat beroperasi secara optimal. Donasi genset ini merupakan bentuk solidaritas dan komitmen kami untuk mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh,” ujar Wawan dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025). 
 
 
Tidak hanya berfokus pada bantuan operasional, ILUNI FKUI juga memperluas dukungan pada aspek pemulihan medis jangka menengah. Saat ini, ILUNI FKUI tengah mengupayakan revitalisasi layanan kesehatan di RSUD Langsa dan RSUD Tamiang yang dilaksanakan bersama Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) serta Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI).
 
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kualitas layanan medis di daerah terdampak, sekaligus memperkuat kapasitas rumah sakit daerah dalam menghadapi situasi krisis di masa mendatang. Sinergi antar institusi kesehatan dinilai penting agar proses pemulihan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
 
Sementara itu, Ketua Umum ILUNI FTUI, Farrizky Putra Astrawinata, menyoroti pentingnya peran alumni teknik dalam memastikan kesiapan dan ketahanan infrastruktur vital, khususnya fasilitas kesehatan. Ia menilai pemulihan pascabencana tidak hanya soal bantuan darurat, tetapi juga tentang memastikan sistem penunjang utama dapat berfungsi secara andal.
 
“Pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara tentang bantuan darurat, tetapi juga memastikan infrastruktur kritis kembali berfungsi dengan baik. Melalui kontribusi ini, kami berharap RSUD Langsa memiliki dukungan kelistrikan yang memadai untuk menjalankan layanan kesehatan secara berkelanjutan,” kata Farrizky.
 
Sebagai pelengkap dukungan infrastruktur, ILUNI FKUI juga memberikan suplai material untuk revitalisasi panel listrik di RSUD Langsa. Upaya ini dilakukan agar sistem kelistrikan rumah sakit dapat berfungsi secara utuh, aman, dan mampu menopang operasional jangka panjang.
 
Dari sektor industri, ParagonCorp turut ambil bagian melalui komitmen kemanusiaannya. Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial untuk hadir dan berkontribusi dalam situasi krisis di berbagai wilayah Indonesia.
 
“ParagonCorp percaya bahwa keberlanjutan layanan kesehatan merupakan kunci dalam proses pemulihan pascabencana. Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan ILUNI FKUI dan ILUNI FTUI untuk mendukung RSUD Langsa agar tetap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Aceh,” ujar Astri.
 
Pihak RSUD Langsa menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Kehadiran genset baru tersebut dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas operasional rumah sakit, khususnya di tengah tantangan pascabencana dan keterbatasan infrastruktur yang masih dihadapi.
 
Melalui sinergi antara alumni perguruan tinggi, dunia industri, dan institusi pelayanan kesehatan, diharapkan proses pemulihan di Aceh dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memastikan akses layanan kesehatan tetap terjaga di tengah situasi darurat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa