Dukung Mobilitas Nataru, Pelni Sediakan 639 Ribu Tiket dan Diskon 20 Persen

AKURAT.CO PT Pelni memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Salah satunya dengan memberikan diskon tarif 20%.
Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, menyampaikan bahwa masa angkutan Nataru ditetapkan mulai 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 atau H-14 hingga H+14.
Tri menjelaskan, selama periode tersebut Pelni mengoperasikan 55 kapal yang terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis. Seluruh armada tersebut melayani 304 pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia.
"Kemudian jumlah seat yang tersedia untuk satu kali keberangkatan jika ditotal dari 55 kapal ini sebanyak 56.069 seat," kata Tri dalam Konferensi Pers Persiapan Angkutan Nataru Pelni, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga: Pelni Proyeksikan Penumpang Capai 555.962 saat Nataru 2026, Naik 0,81 Persen
Dalam rangka memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, Pelni menyiapkan 639.635 tiket untuk periode Nataru tahun ini. Jumlah tersebut meningkat sekitar 16% dibanding realisasi tiket terjual pada Nataru 2025 yang mencapai 551.485 tiket.
“Untuk Nataru tahun ini, jumlah tiket kami tambah kurang lebih 16 persen menjadi 639.635 tiket,” ujar Tri.
Tri juga menjelaskan bahwa pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal Pelni sebesar 20 persen untuk seluruh rute.
Diskon ini, kata Tri berlaku mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Kuota tiket bersubsidi melalui stimulus tersebut diproyeksikan mencapai 405.881 tiket.
"Kuota stimulus ini kita memproyeksikan untuk di 405.881 tiket, yang sekarang sudah terjual di 79.894 atau equivalence 19,6 persen," tutur Tri.
Adapun, Pemerintah menetapkan Program Diskon Tiket Transportasi untuk masa Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai langkah strategis dalam menjaga pergerakan ekonomi nasional.
Kebijakan ini disusun untuk meningkatkan mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun, mengingat pergerakan orang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di berbagai daerah.
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa akses transportasi terjangkau memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi.
“Presiden mengarahkan agar insentif tarif disiapkan guna membuka peluang perjalanan yang lebih luas. Mobilitas masyarakat memiliki peran penting dalam menguatkan ekonomi pada periode Nataru 2025/2026,” ujar Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










