Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Siap Jalankan Arahan Presiden Prabowo

AKURAT.CO Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan serapan gabah, pembangunan infrastruktur logistik modern, serta kolaborasi lintas sektor.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, sebagai perusahaan BUMN pangan yang mendapat mandat langsung dari pemerintah, Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan nasional.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Kembalikan Fungsi Bulog sebagai Penyangga Stok dan Harga Pangan
“Kami terus berupaya memastikan pasokan pangan pokok, terutama beras dan jagung pakan, tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Rizal menuturkan, Bulog menjalankan sejumlah program strategis nasional, di antaranya pengadaan dan pengelolaan cadangan pangan pemerintah, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengantisipasi gejolak harga di pasar.
Program ini menjadi instrumen penting dalam melindungi produsen agar tetap mendapatkan harga layak, sekaligus menjaga daya beli konsumen.
Selain itu, Bulog juga berperan menyalurkan bantuan pangan beras sebagai bagian dari jejaring sosial dan stimulus ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program ini, menurut Rizal, bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga global.
Dalam hal efisiensi, Bulog terus mendorong modernisasi sistem logistik pangan. Upaya ini meliputi pembangunan dan optimalisasi gudang penyimpanan di berbagai wilayah strategis, penerapan sistem digital dalam pemantauan stok, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat rantai pasok nasional.
“Kami sedang membangun infrastruktur logistik pangan berbasis digital agar distribusi lebih cepat, akurat, dan transparan,” kata Rizal.
Baca Juga: Perkuat Cadangan Pangan Nasional, Bulog Bangun 100 Gudang Baru
Rizal juga menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Oktober 2025.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa produksi pangan, distribusi, serta pengelolaan air dan energi merupakan pilar utama kekuatan bangsa yang harus menjadi prioritas nasional.
Menurut data yang disampaikan Presiden, produksi pangan nasional mencapai level tertinggi dalam sejarah hingga Oktober 2025, menandai keberhasilan tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal itu juga tercermin dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog dan sempat menembus 4,2 juta ton pada Juni 2025, jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bulog menyiapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah di seluruh daerah, termasuk wilayah tertinggal dan perbatasan.
Bulog juga menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas, yang terbukti membantu meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) hingga mencapai 123 poin, tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Tak hanya itu, Bulog juga akan membangun 100 gudang pangan baru di berbagai titik strategis sebagai bagian dari penguatan sistem logistik nasional.
Gudang-gudang tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan modern, sistem digitalisasi stok, dan integrasi dengan jaringan distribusi antarwilayah untuk mempercepat penyaluran bahan pangan.
Di sisi lain, Bulog turut mendukung program cetak sawah baru seluas 480.000 hektare, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah.
Program ini diharapkan menjadi fondasi kemandirian pangan jangka menengah serta memperkuat basis produksi beras nasional.
Rizal menambahkan, Bulog juga memperluas kerja sama dengan petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), koperasi, UMKM, BUMDes, BUMN pangan lain, serta TNI/Polri dan pemerintah daerah.
Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penyerapan hasil panen rakyat dan memperluas jaringan distribusi pangan nasional.
“Arahan Presiden Prabowo Subianto memberi arah yang tegas bahwa kedaulatan pangan adalah kunci kemandirian bangsa,” tegas Rizal.
Dirinya juga menambahkan, Bulog siap menjalankan mandat tersebut dengan penuh tanggung jawab demi memastikan Indonesia tidak hanya tahan pangan, tetapi juga berdaulat secara ekonomi dan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









