Komisi VI DPR Soroti Krisis Industri Baja, Usulkan Bentuk Panja

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menyoroti kondisi industri baja nasional yang dinilainya semakin memprihatinkan.
Ia mengungkapkan banyak gudang yang sebelumnya menggunakan baja lokal kini beralih ke produk impor, menandakan lemahnya daya saing dalam negeri.
“Rusaknya industri baja nasional ini karena kebijakan yang tidak pro terhadap industri baja nasional serta lemahnya pengawasan. Dua hal ini yang harus kita perhatikan bersama,” ujar Adisatrya, Jumat (3/10/2025).
Sebagai tindak lanjut, Komisi VI DPR RI sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mendalami persoalan pemasaran dan tata kelola industri baja.
Panja tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan BUMN terkait.
“Kami sudah menerima banyak aduan dan berjanji menindaklanjutinya. Pada masa sidang mendatang, Panja akan mengundang stakeholder, termasuk BUMN yang bergerak di sektor baja,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang Munaslub, Puluhan DPC AAI Deklarasi Dukung Tjandra Sridjaja
Adisatrya juga meminta Sekretariat DPR segera menjadwalkan pemanggilan BUMN terkait agar pembahasan lebih komprehensif.
Ia memastikan tindak lanjut tetap berjalan meski DPR akan memasuki masa reses satu bulan.
Sebelumnya, Komisi VI DPR RI telah menggelar rapat dengan Krakatau Steel untuk mencari solusi penyelamatan industri baja nasional.
“DPR menilai kebijakan yang lebih berpihak pada produk dalam negeri serta pengawasan impor yang ketat menjadi kunci memperkuat daya saing baja nasional,” tegas Adisatrya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









