Pegadaian dan Masjid Salman ITB Sinergi Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan Melalui Teknologi Daur Ulang Air Hujan & Air Wudhu

AKURAT.CO Komitmen PT Pegadaian terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan semakin nyata melalui aksi konkret di lingkungan pendidikan dan tempat ibadah.
Perusahaan pelat merah itu secara resmi menyerahkan bantuan hibah berupa sistem daur ulang air hujan dan air wudhu kepada Yayasan Pembina Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Jaringan dan Operasi Pegadaian, Eka Pebriansyah, didampingi oleh Dede Kurniawan, Pemimpin Wilayah X Jawa Barat Pegadaian, beserta jajaran. Masjid Salman ITB dipilih sebagai penerima hibah karena perannya yang strategis sebagai pusat ibadah, edukasi, dan inspirasi yang selaras dengan semangat keberlanjutan.
“Dengan sinergi antara Pegadaian sebagai perusahaan yang berkomitmen pada lingkungan dan Masjid Salman ITB sebagai pusat edukasi serta inspirasi, kita telah membuktikan bahwa keberlanjutan bukanlah hanya wacana. Ini aksi nyata yang dimulai dari langkah sederhana dan memastikan setiap tetes air yang kita gunakan menjadi berkah dan inspirasi bagi generasi selanjutnya,” ujar Eka Pebriansyah.
Baca Juga: Pegadaian Raih 16 Penghargaan di ICCA 2025
Sistem hibah yang diberikan mencakup pembangunan instalasi lengkap, mulai dari penampungan dan filtrasi hingga pemanfaatan kembali air. Air hasil daur ulang dari hujan dan sisa wudhu akan digunakan untuk kebutuhan operasional masjid yang tidak memerlukan air minum, seperti penyiraman taman, kegiatan kebersihan, dan kebutuhan fasilitas lainnya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pegadaian, sekaligus bentuk nyata transformasi perusahaan menuju entitas yang berwawasan lingkungan. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan ahli lingkungan dan teknik sipil dari ITB untuk memastikan sistem berjalan efektif, efisien, dan sesuai prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini mendukung sedikitnya empat target SDGs: SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).
Baca Juga: Pegadaian Raih Kembali Sertifikat ISO, Jamin Layanan Tetap Tangguh
“Dengan sinergi ini, Pegadaian dan Masjid Salman ITB sepakat bahwa kolaborasi ini akan terus berjalan ke depannya untuk menghadirkan solusi lingkungan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang,” kata Dede Kurniawan.
Teknologi daur ulang air ini diperkirakan mampu menghemat penggunaan air bersih secara signifikan dan mengurangi volume air wudhu yang terbuang. Lebih dari itu, penerapannya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran jamaah terhadap pentingnya praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Proses implementasi dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari survei kebutuhan, pembangunan sistem filtrasi canggih, hingga sosialisasi kepada jamaah. Setelah serah terima simbolis dilakukan, Pegadaian bersama tim teknis akan melakukan monitoring berkelanjutan untuk memastikan efektivitas sistem daur ulang yang dibangun.
Inisiatif ini tidak hanya membawa manfaat langsung bagi civitas akademika ITB dan jamaah Masjid Salman, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat luas serta komunitas pecinta lingkungan. Dengan memanfaatkan kembali sumber daya air secara bijak, langkah ini menegaskan bahwa solusi sederhana pun dapat membawa dampak besar bagi keberlanjutan.
Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, Pegadaian berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan program sosial yang berdampak positif bagi lingkungan. Kolaborasi dengan institusi pendidikan dan lembaga keagamaan seperti Masjid Salman ITB menjadi langkah strategis dalam menggerakkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga bumi bagi generasi yang akan datang.
“Keberlanjutan harus menjadi budaya bersama. Dari langkah kecil seperti mendaur ulang air, kita bisa menciptakan perubahan besar,” tutup Eka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










