Bulog Lanjutkan Gerakan Pangan Murah

AKURAT.CO Perum Bulog menegaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi strategi andalan dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Program ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan, GPM dirancang bukan hanya untuk menjaga ketersediaan, melainkan juga sebagai langkah nyata mengendalikan inflasi. Menurutnya, Bulog memiliki tanggung jawab besar dalam menstabilkan harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama pemerintah.
“Bulog berkomitmen penuh menjalankan fungsi stabilisasi harga dan pasokan pangan. Melalui GPM, masyarakat bisa membeli beras SPHP dengan harga terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga,” kata Rizal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bulog bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Kementerian Dalam Negeri, menyalurkan beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Baca Juga: Mentan Pastikan Beras SPHP Rusak Bisa Ditukar di Bulog
Tujuannya, harga di pasaran tidak melonjak dan tetap bisa dijangkau masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Pelaksanaan GPM kali ini juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Bulog bersama sejumlah BUMN pangan seperti Pos Indonesia, Pupuk Indonesia, ID Food, hingga Perkebunan Nusantara, menggelar operasi pangan murah serentak di 7.285 kecamatan yang tersebar di 38 provinsi.
Kegiatan dipusatkan di Lapangan Kementerian Pertanian Jakarta dan berlangsung di 44 titik wilayah DKI Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp60.000, jauh lebih rendah dibanding harga di pasaran yang cenderung fluktuatif.
Pemerintah juga telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras SPHP, yakni Rp12.500 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi; Rp13.100 per kilogram untuk Sumatera (di luar Lampung dan Sumsel), NTT, serta Kalimantan; dan Rp13.500 per kilogram untuk Maluku dan Papua.
Hingga 29 Agustus 2025, Bulog mencatat telah menyalurkan sekitar 287 ribu ton beras SPHP ke berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut diharapkan mampu menahan gejolak harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Selain distribusi langsung, Bulog juga memperkuat aspek pengawasan. Melalui layanan aduan publik Bella Bulog di nomor 0811 1967 016, masyarakat bisa menyampaikan keluhan atau laporan terkait penyaluran beras SPHP. Langkah ini dimaksudkan agar program berjalan transparan dan tepat sasaran.
Gerakan Pangan Murah pun mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan prioritas utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










