Akurat

Danantara–GEM Limited Jajaki Kerja Sama Strategis Kembangkan Hilirisasi Nikel

Dedi Hidayat | 29 Agustus 2025, 12:32 WIB
Danantara–GEM Limited Jajaki Kerja Sama Strategis Kembangkan Hilirisasi Nikel

AKURAT.CO Danantara Indonesia, melalui entitas investasinya, Danantara Investment Management, mengumumkan penandatanganan Pokok Perjanjian (Head of Agreement - HoA) dengan GEM Limited, perusahaan publik global terkemuka di bidang metalurgi hijau dan solusi ekonomi sirkular.

Perjanjian ini menetapkan kerangka kerja untuk potensi investasi bersama yang strategis di sektor hilir Indonesia yang sedang berkembang pesat.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyatakan bahwa kemitraan dengan GEM merupakan tonggak penting lainnya dalam misi Danantara Indonesia untuk mengkatalisasi investasi strategis yang mempercepat transformasi sosial-ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Danantara Guyur ID Food Rp1,5 Triliun Serap Gula Petani

“Dengan bekerja sama dengan pelopor global dalam metalurgi hijau, kami memajukan agenda hilirisasi negara ini sekaligus memastikan keberlanjutan dan inovasi tetap menjadi yang terdepan,” kata Rosan dalam keterangannya dikutip, Jumat (29/8/2025).

GEM dikenal luas atas komitmennya yang kuat terhadap pengembangan sumber daya manusia. Sejalan dengan komitmen ini, perusahaan telah menginvestasikan USD30 juta untuk bersama-sama mendirikan laboratorium penelitian metalurgi mutakhir bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan tujuan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat penelitian dan pengembangan.

Dalam lima tahun ke depan, inisiatif di Indonesia Green Industrial Park (IGIP) bertujuan untuk menciptakan hingga 80.000 lapangan kerja baru, yang memberikan manfaat ekonomi yang luas.

Visi jangka panjangnya melampaui pemrosesan nikel dan mencakup material katoda, sel baterai, pelat nikel berkualitas tinggi, dan manufaktur alat berat.

Dirancang untuk beroperasi dengan energi hijau dan didukung oleh sistem daur ulang loop tertutup, proyek ini mengintegrasikan keberlanjutan di setiap tahap produksi sekaligus memperkuat daya saing industri jangka panjang Indonesia.

Didirikan di Shenzhen pada tahun 2001, GEM Limited adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Shenzhen dan Bursa Efek Swiss, dengan lebih dari 11.000 karyawan di China, Afrika Selatan, Korea, dan Indonesia.

Baca Juga: Rosan: Danantara Timbulkan Keyakinan Investor Asing untuk Berinvestasi di Tanah Air

Perusahaan ini merupakan pelopor global dalam pertambangan dan daur ulang perkotaan, memproses lebih dari 10% baterai EV dan limbah elektronik akhir masa pakai China setiap tahunnya, serta memulihkan lebih dari 20 mineral penting, termasuk kobalt, nikel, dan litium.

Di Indonesia, GEM telah melakukan investasi signifikan dalam material energi baru berbasis nikel, termasuk pendirian kawasan industri nikel berteknologi tinggi, laboratorium inovasi bersama dengan universitas-universitas di Indonesia, dan program beasiswa yang menghasilkan lulusan magister dan doktoral di bidang metalurgi.

Adapun, perjanjian Indonesia dengan GEM mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk memajukan pembangunan industri berkelanjutan dan meraih nilai jangka panjang dalam transisi energi global.

Perjanjian ini menetapkan kerangka kerja untuk potensi investasi bersama dalam fasilitas peleburan High-Pressure Acid Leach (HPAL) dengan kapasitas rencana 66.000 ton nikel dalam endapan hidroksida campuran per tahun.

Proyek ini diperkirakan bernilai sekitar USD1,42 miliar dan diharapkan melibatkan kolaborasi dengan PT Vale Indonesia Tbk, dengan potensi partisipasi dari mitra global lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.