Hadapi Tekanan Global, DPR RI Dorong Transformasi Industri Manufaktur

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani menilai Indonesia perlu memperkuat sektor manufaktur strategis untuk menghadapi dinamika global.
Hal ini ia sampaikan dalam Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD, Jumat (15/8/2025), sebagai bagian dari pondasi kemandirian ekonomi nasional.
Puan mengingatkan, kemandirian tidak berarti menutup diri, melainkan membangun kekuatan domestik yang tangguh agar tidak rapuh menghadapi tekanan eksternal.
Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang harus mendapat perhatian serius karena berperan sebagai penggerak ekonomi.
Baca Juga: Puan Singgung Fenomena One Piece dan Indonesia Gelap: Kritik Tak Boleh Jadi Perpecahan
“Industri strategis seperti energi, manufaktur, dan teknologi harus diperkuat agar kita tidak mudah goyah menghadapi tantangan global,” kata Puan.
Menurutnya, pemerintah dan DPR harus memastikan adanya kebijakan yang memacu investasi, mendorong riset teknologi, serta memperkuat kemampuan sumber daya manusia.
Semua itu bertujuan agar produk manufaktur Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
Dirinya juga menyoroti bahwa transformasi industri juga memerlukan dukungan infrastruktur memadai, termasuk transportasi, logistik, dan konektivitas digital. Infrastruktur yang baik akan menekan biaya produksi dan mempercepat distribusi.
Baca Juga: Muzani: Pendidikan dan Kesehatan Kunci Ekonomi Berkelanjutan
Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa sektor industri manufaktur yang kuat akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah.
"Diharapkan agar semua pemangku kepentingan harus bekerja bersama mewujudkan tujuan tersebut," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









