Bappenas dan PT Moosa Genetika Farmindo Kembangkan Pedet Sapi Untuk Swasembada Pangan
Hefriday | 13 Agustus 2025, 21:09 WIB

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pembibitan menjadi modal utama dalam pengembangan genetika sapi lokal.
Langkah ini dinilai strategis untuk mewujudkan kemandirian bibit sapi perah di Indonesia. Menurut Rachmat, penguasaan teknologi genetika sapi perah bukan sekadar upaya menuju swasembada, tetapi juga pondasi kemandirian bibit nasional.
“Jika kita sudah menguasai rekayasa genetika melalui teknologi genom, maka pengembangannya bisa meluas, tidak hanya untuk ternak ruminansia, tetapi juga jenis ternak lainnya,” ujarnya dalam pertemuan dengan PT Moosa Genetika Farmindo di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan PT Moosa Genetika Farmindo dilakukan untuk mengembangkan Pedet Sapi Merah Putih, sebuah inisiatif yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan visi besar Indonesia Emas 2045.
Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi daging dan susu sapi.
Pengembangan Pedet Sapi Merah Putih berfokus pada tiga kunci utama, yakni pembibitan, pakan, dan manajemen. Rachmat menekankan bahwa keberhasilan ketiga aspek ini akan menentukan keberlanjutan program serta kualitas hasil yang dicapai.
Dirinya menjelaskan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi syarat penting menuju Indonesia Emas 2045. Pemenuhan kebutuhan protein hewani, khususnya dari daging dan susu sapi, menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan SDM.
Untuk itu, pemerintah menetapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Peningkatan Produksi Daging Sapi dan Susu Sapi sebagai salah satu prioritas.
Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan dan pemanfaatan teknologi genetika sapi lokal. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kualitas genetik sapi melalui metode reproduksi molekuler dan teknik pembiakan modern.
Selain itu, program ini akan meningkatkan kapasitas SDM dan memperkuat ekosistem pendukung pengembangan Pedet Sapi Merah Putih.
Rencana tersebut meliputi pembangunan proyek percontohan berbasis pendekatan tematik, holistik, integratif, dan spasial, sehingga hasilnya dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Pertukaran dan pemanfaatan data antara Bappenas dan PT Moosa Genetika Farmindo juga menjadi bagian dari kerja sama strategis ini. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya di sektor peternakan sapi perah dan potong.
Rachmat optimistis kemitraan ini akan menjadi tonggak baru dalam pengembangan genetika sapi lokal Indonesia.
“Kerja sama strategis ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas genetik sapi lokal melalui pendekatan ilmiah yang modern, sehingga kita dapat bersaing di tingkat global,” tegasnya.
Dengan dukungan teknologi, manajemen yang terintegrasi, dan SDM yang kompeten, program Pedet Sapi Merah Putih diyakini dapat menjadi katalis untuk mencapai swasembada daging dan susu sapi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









